Dosen Prodi S1 Pendidikan Nonformal Unesa Perkuat Kapasitas Warga Belajar dan Kompetensi Tutor di PKBM Prospek Wonosobo
Dosen Program Studi S1 Pendidikan Nonformal Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Terintegrasi Pendidikan Luar Sekolah di PKBM Prospek, Kabupaten Wonosobo, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini ditujukan kepada warga belajar Kejar Paket C sekaligus para tutor Kejar Paket A, B, dan C sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan pendidikan kesetaraan di masyarakat.
Kegiatan mengusung dua fokus utama, yakni “Penguatan Kapasitas Warga Belajar melalui Life Skills, Career Literacy, dan Pendidikan Karakter” serta “Penguatan Kompetensi Tutor dalam Transformasi Pembelajaran Kesetaraan.” Kedua fokus tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan nonformal yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kesiapan warga belajar menghadapi kehidupan, dunia kerja, dan perkembangan masyarakat.
Bagi warga belajar Paket C, kegiatan diarahkan untuk memperkuat keterampilan hidup (life skills), literasi karier (career literacy), serta pendidikan karakter. Pendekatan ini menempatkan warga belajar sebagai individu yang perlu dipersiapkan tidak hanya untuk menyelesaikan pendidikan kesetaraan, tetapi juga untuk mampu mengenali potensi diri, menentukan arah pengembangan karier, mengambil keputusan, beradaptasi dengan lingkungan, serta membangun karakter yang mendukung kemandirian.
Sementara itu, bagi para tutor Paket A, B, dan C, kegiatan difokuskan pada peningkatan kompetensi dalam menghadapi transformasi pembelajaran kesetaraan. Tutor didorong untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan warga belajar. Peran tutor tidak lagi hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan mendorong kemandirian warga belajar.
Interaksi antara dosen, tutor, dan warga belajar menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Berbagai pengalaman dan persoalan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan dibahas secara bersama sehingga kegiatan PKM tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi berkembang menjadi ruang berbagi pengalaman dan penguatan kapasitas.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan nonformal memiliki posisi strategis dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Melalui kemitraan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan nonformal seperti PKBM, berbagai inovasi dan hasil pengembangan keilmuan dapat dihadirkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Bagi Program Studi S1 Pendidikan Nonformal Unesa, keterlibatan dosen dalam kegiatan di PKBM Prospek Wonosobo menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui pengabdian yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga belajar maupun tutor dalam mengembangkan layanan pendidikan kesetaraan yang semakin adaptif, relevan, dan berorientasi pada pemberdayaan.
Melalui kegiatan ini, PKBM tidak hanya dipandang sebagai ruang alternatif untuk memperoleh ijazah kesetaraan, tetapi sebagai ekosistem pembelajaran masyarakat yang dapat membekali warga belajar dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kesiapan menghadapi masa depan.
Kegiatan PKM Terintegrasi Pendidikan Luar Sekolah di PKBM Prospek Wonosobo diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan nonformal dalam menghadirkan pendidikan kesetaraan yang berkualitas, inklusif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.