SELAMAT DAN SUKSES UNTUK TIM DOSEN YANG TELAH LOLOS PENDANAAN LPPM
Kabar membanggakan datang dari dunia akademik dan pengabdian kepada masyarakat
Sejumlah program inovatif di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat berhasil mendapatkan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen para akademisi dalam mengembangkan berbagai program yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Program-program yang memperoleh pendanaan tersebut mencakup berbagai inovasi pendidikan pada berbagai jenjang, dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan menengah, hingga pendidikan nonformal dan pemberdayaan masyarakat. Program-program ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan di era digital serta mendukung terciptanya sistem pendidikan yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Salah satu program yang berhasil memperoleh pendanaan adalah Pengembangan Smart Digital Parenting Berbasis Mindfulness untuk Meningkatkan Self-Efficacy Orang Tua dalam Pengasuhan. Program ini bertujuan untuk membantu para orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital. Melalui pendekatan mindfulness, orang tua diajak untuk lebih sadar dan bijak dalam mengelola emosi serta mendampingi anak dalam penggunaan teknologi digital. Program ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan diri orang tua dalam menjalankan peran pengasuhan sekaligus menciptakan lingkungan keluarga yang lebih harmonis dan suportif bagi perkembangan anak.
Selain itu, terdapat pula program Implementasi Kebijakan dengan Pendekatan Deep Learning yang dilaksanakan melalui studi kasus di SMP Negeri 1 Sidoarjo Gedangan, SMP Negeri 1 Tulangan, dan SMP Negeri 4 Sidoarjo. Program ini fokus pada penguatan penerapan pembelajaran yang mendorong pemahaman konsep secara mendalam. Melalui pendekatan deep learning, proses pembelajaran tidak hanya menekankan pada hafalan materi, tetapi juga pada kemampuan siswa dalam berpikir kritis, menganalisis informasi, serta menyelesaikan berbagai masalah dengan cara kreatif.
Inovasi pendidikan juga diwujudkan melalui program Pelatihan Aplikasi Lingospark Kids untuk Meningkatkan Kompetensi Pendidik melalui Daily Habit dan Deep Learning di Chalidana Islamic School Menganti, Kabupaten Gresik. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai alat pembelajaran. Melalui pelatihan ini, para guru diperkenalkan pada penggunaan aplikasi Lingospark Kids yang dapat membantu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa. Selain itu, pendekatan daily habit dan deep learning juga diterapkan untuk membangun kebiasaan belajar yang positif serta meningkatkan kualitas pemahaman siswa.
Pada jenjang pendidikan anak usia dini, program Pengembangan Model Eco-Gamefied Pedagogy bagi Guru PAUD dalam Menstimulasi Fondasi Berpikir Komputasional Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Coding Berbasis Literasi Lingkungan juga menjadi salah satu program yang memperoleh pendanaan. Program ini mengintegrasikan konsep permainan edukatif, literasi lingkungan, dan pembelajaran coding sederhana yang disesuaikan dengan perkembangan anak usia dini. Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya dikenalkan pada dasar-dasar berpikir komputasional, tetapi juga diajak untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim.
Tidak hanya fokus pada pendidikan formal, inovasi juga dikembangkan dalam bidang pendidikan nonformal melalui program Model Pendidikan Kecakapan Hidup BLISE (Blended Life Skills Education) pada Warga Belajar PKBM Usia Produktif. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan hidup masyarakat dengan cara pembelajaran blended learning yang menggabungkan pembelajaran langsung dengan pemanfaatan teknologi digital. Melalui model BLISE, warga belajar diharapkan dapat mengembangkan berbagai keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta mampu meningkatkan kemandirian ekonomi.
Program lain yang juga mendapatkan dana adalah Penguatan Kapabilitas Implementasi Sekolah Ramah Anak Berorientasi SDGs 4 di Kabupaten Bondowoso. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga pendidik serta pihak sekolah dalam menerapkan prinsip-prinsip Sekolah Ramah Anak. Melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan kebijakan, sekolah diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta menghormati hak-hak anak. Implementasi Sekolah Ramah Anak juga menjadi langkah penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan adil bagi seluruh peserta didik.
Keberhasilan berbagai program ini dalam mendapatkan dana LPPM menunjukkan bahwa inovasi pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia. Program-program ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi lembaga pendidikan yang menjadi mitra, tetapi juga bagi masyarakat secara umum.
Dengan dukungan dana dari LPPM, seluruh program yang telah dirancang diharapkan bisa diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan. Selain itu, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi akademisi untuk terus menghasilkan inovasi baru yang dapat mengatasi berbagai tantangan pendidikan dan sosial di masa depan.
Ke depan, kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, lembaga pendidikan nonformal, serta masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat. Melalui berbagai program penelitian dan pengabdian yang inovatif, dunia pendidikan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam menciptakan masyarakat yang berpengetahuan, berdaya, serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, keberhasilan program-program yang mendapatkan dana LPPM ini diharapkan bisa menjadi langkah awal dalam menciptakan perubahan positif bagi dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia.