This page is going to present the activity of UPNFE's students both national and international level: 



Ajang perlombaan bagi mahasiswa tingkat internasional telah digelar oleh FIP UNESA melalui Global Youth Competition (GYC). Peserta terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan berasal dari seluruh kampus di Indonesia dan regional Asia. Perlombaan yang ditandingkan adalah lomba speech contest, poster, dan artikel ilmiah. Dua diantara mahasiswa Prodi PLS juga turut mengikuti agenda tersebut dan berhasil mengalahkan puluhan pesaing dari berbagai kampus lain. Alexia Zolie Fortunata dan Sabrina Naysila Putri memenangkan 3 besar dalam kompetisi speech contest. 

Sabrina sebagai juara kedua, dan Alexia sebagai pemenang ketiga. Selamat!

Ajang bergengsi Putra-Putri Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unesa 2025 kembali digelar dengan melibatkan puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan di Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA. Kompetisi yang berlangsung sejak tahap seleksi hingga grand final ini melahirkan banyak cerita inspiratif, salah satunya dari mahasiswa Pendidikan Nonformal (PNF) yang berhasil meraih juara Runner Up 2 Putri FIP 2025. Dia adalah Sabrina Naysila Putri, angkatan 2025 A. 

Puncak acara grand final dilaksanakan pada 19 September 2025 dengan penampilan 12 besar finalis yang telah melalui proses karantina. Peserta tampil berpasangan dan menunjukkan kemampuan intelektual, kepribadian, serta keterampilan yang dimiliki. Sabrina akhirnya berhasil meraih Runner Up 2 Putri FIP 2025, sebuah pencapaian membanggakan bagi dirinya maupun prodi. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa generasi muda FIP Unesa, khususnya dari Pendidikan Nonformal, mampu bersaing dan tampil menonjol di ajang prestisius tingkat fakultas.




Mahasiswa Prodi PLS Raih Juara 2 di Ajang NUDC Tingkat Fakultas Tahun 2025


Tiga mahasiswi berbakat, yaitu Naura, Maryela, dan Niken, berhasil mengharumkan nama prodi dengan meraih Juara 2 dalam ajang bergengsi National University Debating Championship (NUDC) 2025 Tingkat Fakultas.

Kompetisi memperebutkan Juara 1,2, dan 3 tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 2 Juli 2025 ini mempertemukan tim-tim debat terbaik dari berbagai prodi di seluruh Fakultas Ilmu Pendidikan. Dengan kemampuan retorika, argumentasi kritis, dan kerja tim yang solid, tim PLS UNESA mampu bersaing secara kompetitif dan menunjukkan performa luar biasa hingga babak final.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PLS tidak hanya unggul dalam bidang pengembangan masyarakat, tetapi juga dalam kompetensi berpikir kritis, komunikasi, dan literasi global,” ujar pembimbing dari PLS UNESA. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengasah soft skill melalui kompetisi-kompetisi akademik.

Ketiga mahasiswi tersebut menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian mereka. “Kami tidak menyangka bisa sejauh ini. Latihan intensif dan dukungan dari dosen serta teman-teman menjadi kunci utama keberhasilan kami,” ungkap Naura selaku speaker dari tim debat.

Kemenangan ini semakin mempertegas eksistensi Prodi PLS UNESA sebagai salah satu program studi yang adaptif, kreatif, dan kompetitif di tingkat nasional. Harapannya, pencapaian ini dapat terus berlanjut dalam ajang-ajang lainnya baik di tingkat nasional maupun internasional.




Sinergi Pendidikan Responsif Gender Yang Berhasil Lolos Dalam Seleksi Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) tahun 2025 Oleh Mahasiswa PLS


Dalam rangka Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) tahun 2025, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) turut berpartisipasi aktif dengan mengajukan subproposal bertajuk “Sekolah Perempuan Cempaka: Sinergi Pendidikan Masyarakat untuk Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan dan Responsif Gender di Desa Sumbergede”.

Proposal ini disusun oleh tim mahasiswa PLS lintas angkatan yang dipimpin oleh Puput Nabilakhul Natalia (2023), serta dibimbing langsung oleh Ibu Monica Widyaswari, S.Pd., M.Pd., dosen sekaligus pembina aktif kegiatan kemahasiswaan PLS UNESA. Tim ini terdiri dari 18 mahasiswa dari angkatan 2022 hingga 2024 yang memiliki komitmen kuat dalam isu pendidikan perempuan, pemberdayaan masyarakat, dan kesetaraan gender.

Daftar Tim Pengusul:

  • Ketua: Puput Nabilakhul Natalia (2023)

  • Anggota: Ahmad Farid Febrianto, Arya Arjuna Chosasih, R. Muhammad Reihan R, Lutfia Annisa Larasati, Fitriyah Najwa, Naila Hikmah Khairunnisa, Naia Aidinia Putri, Achmad Syakhel Andriansyah, Novanda Dhias Fatriansyah, Nazwa Rahma Febriani, Ika Derin Naila, Ajlisa Selly Anil Khakimah, Aisya Putri Hafina Sarih Madha, Sindhy Afifah Dwi Prasetyo

Rangkaian Kegiatan Berdasarkan Timeline UNESA:

Program ini diawali dengan sosialisasi PPK Ormawa pada 21 April 2025, disusul pendampingan tingkat fakultas mulai 28 April – 3 Mei 2025. Subproposal tim PLS diunggah pada periode 22 April – 9 Mei 2025, beriringan dengan sesi berbagi dan diskusi antar organisasi mahasiswa UNESA.

Selanjutnya, proses seleksi internal dilaksanakan pada 10 – 12 Mei 2025, dan hasil seleksi diumumkan pada 13 Mei 2025. Tim yang lolos akan mengikuti workshop pada 14 – 15 Mei, serta pendampingan intensif pada 17 – 18 Mei 2025. Tahapan akhir adalah pengecekan dan unggah subproposal final pada 19 – 20 Mei 2025.

Fokus Proposal: Pendidikan Responsif Gender

Subproposal “Sekolah Perempuan Cempaka” difokuskan pada penguatan kapasitas perempuan di Desa Sumbergede melalui pendidikan masyarakat yang inklusif, partisipatif, dan responsif terhadap isu gender. Program ini diharapkan menjadi model intervensi edukatif yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata dalam pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi nilai-nilai Pendidikan Luar Sekolah yang berorientasi pada pemberdayaan komunitas, terutama kelompok rentan seperti perempuan desa. Partisipasi aktif mahasiswa dalam program ini mencerminkan semangat pengabdian, kepemimpinan, dan inovasi sosial yang diusung oleh PPK Ormawa.


Kezia Syafa, UPNFE student who Likes Traveling, Passes the Cultural Exchange to Kazakhstan


In the academic world and international experience, Kezia Syafa is a student figure that attracts attention. The student of the Non-Formal Education Study Program (UPNFE) is not only active in the academic field, but also has a great love for traveling. Recently, Kezia managed to pass the Cultural Exchange program to Abay Myrzakhmetov University, Kazakhstan, a proud achievement and open great opportunities in developing insight and cross-cultural skills. Exploring various places, both at home and abroad. For him, traveling is not just a tour, but also a valuable learning tool. By interacting with different cultures and society, he increasingly understands the importance of non-formal education in improving the quality of life of individuals and communities. He is often involved in social activities and community education, which enriching his perspective on how education can be implemented in various cultural contexts.


Kezia is known as a student who likes to explore various places, both at home and abroad. For her, traveling is not just a tourist trip, but also a valuable learning tool. By interacting with different cultures and people, she understands the importance of non-formal education in improving the quality of life of individuals and communities.

As a UPNFE student, Kezia understands that learning is not only limited to the classroom. She is often involved in social and community education activities, which enriches her perspective on how education can be implemented in various cultural contexts.


Puput Nabila, UPNFE's Student Successfully Gets Runner Up For The Da'wah Competition in Surabaya


Surabaya, March 23, 2025.
Puput Nabila, a PLS student class of 2023, won 2nd place in the campus preaching competition in Surabaya. This competition was initiated by HMP PGSD FIP UNESA in a series of Ramadan work programs titled "Ramadhan Ceria & Da'wah Contest" Festival. The stages of this competition start from registration and video collection, and then selected professionally, and the process of determining the finalist. From several finalists who qualify, three days later the final round was offline in the Hall of the PGSD Building.

The theme of Da'wah conducted by Puput entitled "The Secret of Quality Worship, not just routine but also meaningful". Puput is a santri who has often participated in preaching and speeches using trilingual (Indonesia, England, Arabic) since they were at the junior high school level. This experience became a provision for him to continue to excel in the field of public communication.
After an assessment by the jury, the results of the 1,2, and 3rd champion were obtained. 1st place from UIN Sunan Ampel, 2nd place from PLS Unesa, and 3rd place from Surabaya Poltekes. Puput claimed to be happy with the results of the competition he participated in, and would try better for self-development through similar competitions