EDUCATIONAL FAIR V : “PERAN GENERASI MILENIAL DALAM MENGHADAPI TANTANGAN REVOLUSI INDUSTRI”

Surabaya – Keterbatasan kegiatan sehubungan dengan adanya PPKM di wilayah Pulau Jawa tidak menyurutkan semangat mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah untuk menggelar Lomba Debat Nasional sebagai salah satu rangkaian acara dari Educational Fair V, yakni kegiatan tahunan HMJ PLS UNESA. Educational Fair tahun ini mengangkat tema “Peran Generasi Milenial dalam Menghadapi Tantangan Revolusi Industri”. Acara yang diketuai oleh Faza Maulidia Utami dari jurusan PLS angkatan 2020 ini dilakukan secara daring, dan berlangsung selama dua hari (10-11/07/2021). Meskipun perlombaan ini diadakan secara daring, hal ini tidak mengurangi antusias para peserta dalam menyemarakkan lomba debat nasional tahun ini.
Pada perlombaan debat kali ini diikuti oleh berbagai mahasiswa di seluruh Indonesia, dan dinilai oleh para juri yang berkualitas dan berpengalaman. Dikemas dengan mosi menantang, antusias para peserta dan juri sangat patut di apresiasi. Seperti halnya kompetisi debat pada umumnya, Lomba Debat Educational Fair V ini menuntut para peserta untuk berpikir kritis, tanggap dalam menanggapi masalah, dan memiliki strategi berdebat yang mumpuni. Tak hanya itu, dalam menentukan tim yang terbaik tidaklah mudah, juri melakukan seleksi melalui babak-babak yang cukup ketat agar mendapatkan pemenang yang layak. Setelah melalui babak-babak yang cukup menantang para juri telah menentukan tim yang terbaik untuk menjadi pemenang. Pemenang Juara 1 diraih oleh Drama Team dari Universitas Andalas yang beranggotakan Muhammad Qolbi Jefri, Bunga Syahrita, dan Intan Permata Sari, Juara 2 diraih oleh Scientist dari Universitas Indonesia yang beranggotakan Octavia Steevani, Benedict David, dan Mahesa Oktareza, Juara 3 diraih oleh Adibaksya dari Universitas Brawijaya yang beranggotakan Fathiya Nazma, Ni Made Cnthya Dania, dan A. Qalbi Faathimah Azzahra, Juara harapan 1 diraih oleh Powerpuff Girl dari institut Teknologi Bandung yang beranggotakan Dina Ferdinasari, Argianti Kalula, dan Sarah Auliyaurrohman, dan Best Speaker diraih oleh Intan Permatasari dari Drama Team, Universitas Andalas.
Hambatan merupakan suatu hal yang lumrah terjadi saat kompetisi berlangsung, baik dari masalah teknis maupun proses dari kompetisi tersebut. Namun, hal tersebut bukan berarti menjadi penghalang untuk menjalankan kompetisi debat dengan sungguh-sungguh dan bersemangat. Sama halnya dengan tema kompetisi tersebut, sebagai generasi muda harus siap menghadapi tantangan. (Cin/Ay)