5. Peran Keluarga dan Sekolah dalam Mengembangkan SDM Anak di Era Revolusi Industri 4.0
Revolusi Industri 4.0 telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk cara belajar, bekerja, dan berinteraksi. Dalam konteks ini, pengembangan sumber daya manusia (SDM) sejak usia anak menjadi sangat penting agar generasi mendatang siap menghadapi tantangan teknologi dan globalisasi. Anak-anak tidak hanya perlu dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi terhadap perubahan. Peran keluarga dan sekolah menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Di dalam keluarga, nilai-nilai moral, disiplin, tanggung jawab, dan rasa ingin tahu mulai terbentuk. Orang tua perlu menjadi teladan dalam belajar dan berperilaku, sekaligus menciptakan lingkungan yang mendorong anak untuk bereksplorasi. Misalnya, dengan membiasakan kegiatan membaca di rumah, berdiskusi tentang isu-isu sederhana, atau memberikan dukungan saat anak mencoba hal baru. Dengan cara ini, anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan siap belajar sepanjang hayat — sebuah karakter penting dalam menghadapi dunia kerja yang dinamis di era 4.0.
Sementara itu, sekolah berperan sebagai tempat pembentukan kemampuan kognitif, sosial, dan emosional anak secara lebih terstruktur. Sekolah perlu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran agar anak-anak mampu memanfaatkannya secara produktif. Pembelajaran berbasis proyek, coding dasar, hingga eksperimen sains sederhana dapat membantu anak mengasah keterampilan abad ke-21. Guru juga berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan anak untuk berpikir kreatif, berkolaborasi, dan berani mengemukakan pendapat. Hal ini selaras dengan kebutuhan dunia modern yang menuntut SDM kreatif dan adaptif.
Sinergi antara keluarga dan sekolah menjadi kunci agar proses pengembangan SDM anak berjalan optimal. Orang tua dan guru harus saling berkomunikasi untuk memahami kebutuhan, potensi, dan tantangan anak. Program parenting education di sekolah atau forum komunikasi keluarga–guru dapat membantu menyamakan visi dalam mendidik anak. Ketika lingkungan rumah dan sekolah mendukung perkembangan anak secara selaras, maka potensi mereka dapat berkembang lebih cepat dan berkelanjutan. Di Lamongan, sinergi seperti ini mulai terlihat melalui kegiatan sekolah berbasis keluarga yang melibatkan peran aktif orang tua.
Dengan peran keluarga dan sekolah yang harmonis, anak-anak dapat tumbuh menjadi SDM unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Mereka akan lebih siap menghadapi era Revolusi Industri 4.0 yang menuntut kemampuan adaptasi, kreativitas, dan inovasi tinggi. Kolaborasi antara pendidikan formal dan lingkungan keluarga adalah pondasi kuat untuk membangun generasi muda Lamongan dan Indonesia yang siap bersaing di kancah global.