Anak muda didorong jadi garda depan transformasi digital
Menteri Komunikasi & Digital, Meutya Hafid, dalam beberapa kesempatan ngingetin bahwa anak muda Indonesia jangan cuma jadi user teknologi—tapi harus aktif jadi “pionir” yang bangun lanskap digital bangsa ini.
Contoh program yang dia sebut: Digital Talent Scholarship, gerakan “1.000 Digital Startups”, serta program pelatihan dan pemberdayaan untuk UKM agar bisa go-digital.
Seiring kemajuan teknologi seperti AI dan otomasi yang mulai menggantikan pekerjaan tradisional, pemerintah bilang kalau generasi sekarang nggak cepat adaptasi, nanti bakal ketinggalan di kompetisi global.
Program lain seperti kerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) juga diluncurkan untuk “menjembatani kesenjangan digital” terutama buat youth di daerah-terpencil atau yang selama ini kurang akses.
Kesimpulannya: anak muda punya peluang besar di era digital ini — kalau mereka siap dengan skill yang tepat, kreatif, dan aktif — tapi juga tantangannya nyata: persaingan global, perubahan speed teknologi, dan infrastruktur yang harus ditingkatkan.