Apa Itu Efek Kupu-Kupu (Butterfly Effect)?
Efek Kupu-Kupu adalah konsep populer dari Teori Chaos yang menggambarkan bagaimana perubahan kecil yang tidak signifikan dalam kondisi awal suatu sistem dapat menyebabkan konsekuensi besar dan tidak terduga di masa depan. Frasa ini dipopulerkan oleh ahli meteorologi Edward Lorenz pada tahun 1960-an, yang secara hipotetis mengatakan bahwa kepakan sayap seekor kupu-kupu di Brasil dapat menyebabkan tornado di Texas.
Intinya, Efek Kupu-Kupu menyoroti sensitivitas yang ekstrem terhadap kondisi awal dalam sistem kompleks yang non-linear, seperti cuaca, pasar saham, atau ekosistem. Karena sistem ini melibatkan begitu banyak variabel yang berinteraksi, interaksi kecil pada awal proses akan diperkuat secara eksponensial seiring berjalannya waktu, membuat hasil jangka panjang menjadi tidak mungkin diprediksi.
Meskipun sistem dapat diprediksi untuk waktu yang singkat, Efek Kupu-Kupu menjelaskan mengapa prediksi jangka panjang, seperti prakiraan cuaca 14 hari, cenderung tidak dapat diandalkan. Perubahan kecil yang tidak dapat dideteksi dalam data awal (seperti perbedaan suhu atau tekanan yang sangat kecil) akan menjadi besar seiring berjalannya waktu. Ini mengajarkan bahwa dalam sistem yang sangat kompleks, kecerahan adalah sifat yang melekat, bukan kegagalan pengukuran.