Bagaimana Kapal Besi Mengapung di Laut?
Secara intuitif, masuk akal untuk berasumsi bahwa balok besi yang berat akan tenggelam ke dasar laut. Namun, kapal raksasa yang terbuat dari ribuan ton besi dan baja dapat mengapung. Rahasia di balik kemampuan mengapung ini terletak pada Prinsip Archimedes dan konsep kepadatan.
Prinsip Archimedes menyatakan bahwa benda yang tenggelam di dalam cairan akan mengalami Gaya Apung ke atas yang sama dengan berat cairan yang dipindahkan oleh benda tersebut. Agar sebuah kapal dapat mengapung, gaya apung yang didorong oleh air harus lebih besar atau sama dengan berat total kapal (besi, kargo, penumpang, dan udara di dalamnya).
Kuncinya adalah Volume. Meskipun besi itu sendiri memiliki kepadatan yang jauh lebih tinggi daripada air, bentuk kapal yang cekung dan besar memastikan bahwa Volume kapal secara keseluruhan mencakup sejumlah besar udara (yang sangat ringan). Udara ini secara drastis menurunkan kepadatan rata-rata kapal. Selama kepadatan rata-rata total kapal (termasuk isi udara) lebih kecil dari kepadatan air laut, volume kapal akan memindahkan air dalam jumlah yang cukup untuk menghasilkan gaya apung yang mampu menahan berat total kapal, dan kapal pun akan mengapung.