Banjir Besar di Kalimantan Selatan: Imbas Puncak Musim Hujan dan Perubahan Iklim
Provinsi Kalimantan Selatan kembali diguyur hujan lebat yang menyebabkan sungai-sungai
meluap dan ribuan rumah serta lahan pertanian terendam. Banjir ini merupakan dampak dari
musim hujan yang ekstrem dan adanya dinamika iklim regional.
Ribuan warga dievakuasi ke tempat pengungsian darurat, sementara infrastruktur kritis seperti
jembatan dan jalan penghubung banyak yang rusak. Kondisi ini memperpanjang waktu
pemulihan pasca-banjir.
Analisis ahli lingkungan menyebut bahwa perubahan iklim dan penggundulan hutan
memperparah risiko banjir di daerah dataran rendah seperti Kalimantan Selatan.
Sekolah dapat memanfaatkan keadaan ini sebagai bahan pembelajaran: siswa diajak
menggambar “daerah rawan banjir” dan berdiskusi tentang cara-cara menjaga lingkungan agar
banjir tidak semakin sering terjadi.
Kunci utama adalah kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor pendidikan untukmembangun kesiapsiagaan: sistem peringatan dini, pembuatan kanal drainase, serta penguatan
fondasi rumah di daerah rawan.
Banjir di Kalimantan Selatan bukan hanya soal volume air, tetapi tentang bagaimana manusia
dan lingkungan saling memengaruhi — dan bagaimana kita bisa merespons lebih baik di masa
depan.