Belajar Sepanjang Hayat: Konsep Pendidikan yang Tak Pernah Usang
Pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Ia adalah proses panjang yang terus berjalanselama manusia hidup. Konsep belajar sepanjang hayat (lifelong learning)menegaskan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk terus belajar, kapanpun dan di mana pun. Di tengah perubahan zaman yang cepat, kemampuan beradaptasi dan kemauan belajar menjadi kunci agar seseorang tidak tertinggaloleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Diera digital saat ini, pembelajaran tidak lagi terbatas pada institusi formalseperti sekolah atau universitas. Pendidikan nonformal dan informal hadirsebagai ruang alternatif bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi diri.Melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), kursus keterampilan, maupun pelatihan digital, masyarakat dapat memperbarui pengetahuan dan keterampilannyasesuai kebutuhan zaman. Konsep belajar sepanjang hayat mendorong masyarakatuntuk mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global.
Lebih dari sekadar aktivitas akademik, belajar sepanjang hayat adalah budaya. Iamembentuk pola pikir bahwa belajar bukan kewajiban, tetapi kebutuhan.Pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu berkolaborasi menciptakanekosistem belajar yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, pendidikanbenar-benar menjadi alat pemberdayaan, bukan hanya untuk memperoleh pekerjaan,tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup dan membangun masyarakat yangberdaya.