Deepfake: Bahaya Teknologi Pemalsuan Visual
Deepfake adalah manipulasi media sintetik, biasanya video atau audio, yang menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) dan teknik Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk menggabungkan dan menimpa gambar atau rekaman yang sudah ada ke dalam gambar atau rekaman sumber, sehingga menghasilkan video palsu yang sangat realistis. Teknologi ini sangat canggih sehingga dapat membuat seseorang tampak mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak pernah mereka lakukan.
Cara kerjanya melibatkan dua jaringan saraf tiruan (AI) yang saling bersaing, disebut Generative Adversarial Networks (GANs). Satu jaringan bertugas menciptakan video palsu (generator), sementara jaringan lainnya (diskriminator) bertugas mencari keasliannya. Melalui ribuan iterasi, generator menjadi semakin baik dalam menipu diskriminator, hingga akhirnya ia dapat menghasilkan video yang hampir mustahil dibedakan dari aslinya oleh mata manusia.
Meskipun deepfake memiliki potensi kreatif yang sah (seperti dalam industri film), bahaya utamanya terletak pada potensi penyalahgunaan, terutama di ranah politik dan informasi. Deepfake dapat digunakan untuk menyebarkan berita palsu (hoax), memanipulasi opini publik, dan merusak reputasi individu dengan menempatkan mereka dalam situasi yang memalukan atau menghebohkan. Hal ini menciptakan tantangan besar bagi jurnalisme dan platform media sosial dalam hal verifikasi konten.