Dinamika Kelompok dan Dampaknya terhadap Pengambilan Keputusan
Dinamika kelompok
adalah proses interaksi yang terjadi antara anggota satu dengan yang lain dan
terjadi dalam sebuah kelompok yang terjadi dalam lingkup pendidikan,
organisasi, maupun dalam lingkup masyarakat. Interaksi sosial ini mencakup cara
individu dalam berkomunikasi, mengelompokkan peran, menyampaikan pendapat,
serta menyelesaikan perbedaan dalam sebuah kelompok. Dinamika kelompok ini memiliki
dampak yang signifikasi terhadap pengambilan keputusan, karena keputusan yang
diambil tidak hanya mencerminkan pandangan individu, akan tetapi juga hasil keputusan
dari proses sosial yang berlangsung di dalam kelompok.
Dalam
pengambilan keputusan kelompok, terdapat berbagai faktor yang memengaruhi arah
dan kualitas keputusan. Hubungan antaranggota, gaya kepemimpinan, serta norma
yang berlaku menjadi elemen penting yang menentukan apakah keputusan diambil
secara demokratis atau didominasi oleh pihak tertentu. Dinamika kelompok yang
sehat cenderung mendorong keterbukaan dan partisipasi aktif, sehingga keputusan
yang dihasilkan lebih matang dan berdasarkan hasil keputusan bersama.
Berikut ini beberapa aspek dinamika sosial yang mempengaruhi pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
1) Gaya kepemimpinan: pemimpin otoriter bisa mempercepat keputusan tapi kurang inovasi, sementara pemimpin fasilitatif mendorong partisipasi, tetapi efisiensinya tergantung keahlian pemimpin.
2) Komunikasi kelompok: komunikasi yang efektif atau tidak efektif akan menentukan seberapa baik ide dan informasi dipertukarkan.
3) Tekanan kelompok (group pressure): yang mendorong individu menyesuaikan pendapatnya agar sejalan dengan mayoritas.
4) Karakteristik Individu: Perbedaan kepribadian, pengalaman, keterampilan, dan bias kognitif setiap anggota memengaruhi cara mereka berpendapat dan bagaimana pendapat itu dipertimbangkan.
Dinamika kelompok
yang dikelola dengan baik akan berdampak positif dan keputusan yang diambil
akan lebih berkualitas dan diterima secara terbuka. Diskusi yang dilakukan
secara terbuka, perbedaan pendapat yang selalu didengar dan dihargai, dan
pembagian peran secara jelas mampu mewujudkan sudut pandang dan meningkatkan
rasa tanggung jawa bersama. Hal tersebut, menunjukkan bahwa keberhasilan dalam
pengambilan keputusan tidak hanya dilihat pada hasil akhir, namun dilihat pada
proses interaksi yang berlangsung.