Emosi Bukan untuk Dipendam: Cara Mengolah Perasaan dengan Bijak
Banyak orang terbiasa memendam emosi karena ia takut ketika ia meluapkan emosi nya atau apa yang ia pendam ia takut malah dianggap lemah atau pun ada faktor lain yaitu tidak
ingin merepotkan orang lain. Padahal, emosi yang dipendam terlalu lama itu dapat
menumpuk dan menimbulkan dampak negatif pada diri mereka sendiri, seperti stres, kecemasan, bahkan
gangguan kesehatan fisik. Oleh karena itu, emosi itu bukan untuk dipendam,
melainkan harus diolah dengan bijak agar tidak berpengarh negatif pada diri sendiri.
Mengolah perasaan dengan bijak berarti memberi ruang bagi kita untuk mengolah emosi untuk diakui
dan diekspresikan secara sehat. Menangis, berbicara, ataupun menulis tentang apa
yang kita rasakan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian yang ada pada diri kita dalam
menghadapi diri sendiri. Dengan menyalurkan emosi, beban batin perlahan akan
berkurang.
Penting diingat juga, untuk memilih cara dan waktu yang tepat dalam mengekspresikan
emosi. Mengungkapkannya itu lewat perasaan dengan kata-kata yang sopan dan jujur dapat
mencegah konflik serta memperbaiki hubungan. Komunikasi yang sehat menjadi
jembatan penting dalam pengelolaan emosi.
Dengan tidak memendam emosi, maka seseorang akan merasa lebih lega dan autentik. Serta Hidup pun dijalani dengan perasaan yang lebih jujur dan seimbang.