Gaya Hidup ‘No Rush’: Anak Muda Tidak Lagi Ingin Hidup Terburu-Buru
Tren slow living atau “no rush” semakin populer karena banyak orang yang merasa lelah dengan kehidupan yang terlalu cepat. Aktivitas yang padat, tuntutan produktivitas yang tiada henti, dan tekanan sosial membuat banyak anak muda ingin hidup lebih sederhana.
Slow living mengajak seseorang menikmati proses, bukan hanya mengejar hasil. Contohnya: mengurangi penggunaan HP, lebih sering berada di alam, dan fokus pada hal-hal yang membuat tenang. Banyak yang merasa hidup lebih ringan karena tidak perlu membandingkan diri di media sosial.
Tren ini semakin populer karena cocok untuk generasi yang sering burnout. Topiknya terus viral karena menjadi kebutuhan di era serba cepat seperti sekarang.