Generasi Alfa dan Tantangan Teknologi Masa Depan
Anak-anak yang kini berada di bangku sekolah dasar
termasuk dalam generasi Alfa—yang tumbuh dengan gadget, Internet, dan media
sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Penelitian menunjukkan bahwa
penggunaan gadget di kalangan anak semakin intensif dan dimulai di usia
dini. Tantangan bagi pendidik dan orang tua adalah bagaimana mempersiapkan
generasi ini agar tidak hanya sebagai konsumen teknologi, tetapi sebagai
pengguna yang kreatif, kritis, dan beretika. Mata pelajaran seperti Seni Budaya
menjadi sangat penting dalam menyeimbangkan aspek digital dengan aspek
manusiawi: kreativitas, kolaborasi, apresiasi budaya.
Salah satu cara adalah mengintegrasikan teknologi ke pembelajaran yang mengasah
keterampilan abad 21: misalnya pemahaman digital, pemecahan masalah, ekspresi
kreatif, dan kerja sama. Di kelas, bisa dilakukan proyek: “Buat video seni
budaya pendek menggunakan tablet, kemudian presentasikan ke teman tanpa
gadget.”
Selain itu, penting juga mempersiapkan anak menghadapi tantangan seperti
algoritma media sosial, kecanduan layar, dan perubahan cepat teknologi. Edukasi
yang berbasis nilai etika sangat dibutuhkan—misalnya: “Teknologi untuk manusia,
bukan manusia untuk teknologi.”
Akhirnya, generasi Alfa punya potensi besar—jika dipandu dengan baik, mereka
bisa menjadi pemimpin masa depan yang menguasai teknologi sekaligus menjaga
nilai budaya dan kemanusiaan. Sebagai guru, Anda memainkan peran penting dalam
memandu mereka ke arah tersebut.