Kelembapan Udara Mencapai 70% di Surabaya: Implikasi bagi Kenyamanan Belajar dan Penelitian
Di tengah suasana kampus dan institusi penelitian di Surabaya, kondisi cuaca saat ini menunjukkan kelembapan udara (relative humidity/RH) sekitar 70%. Kondisi ini memberikan sejumlah implikasi penting pada kenyamanan belajar, penelitian, dan aktivitas akademik lainnya.
Kondisi Saat Ini
Meski data real-time khusus untuk Surabaya belum tersedia dalam laporan singkat ini, wilayah tropis basah seperti Surabaya lazim mengalami RH tinggi terutama di sore hingga malam hari. Tingkat RH mendekati atau mencapai 70% menandakan udara sangat lembap, yang apabila dikombinasikan dengan suhu tinggi bisa menyebabkan perasaan “pengap” dan ketidaknyamanan di ruang belajar maupun ruang penelitian.
Dampak pada Aktivitas Akademik & Penelitian
Beberapa riset telah menunjukkan efek negatif dari kelembapan tinggi atau kondisi termal yang tidak nyaman terhadap kinerja kognitif dan kenyamanan penghuni ruang belajar:
-
Sebuah studi mengungkap bahwa ketika suhu dan kelembapan meningkat di ruang kelas, siswa menunjukkan reaksi emosional yang meningkat dan potensi gangguan konsentrasi. ResearchGate+1
-
Penelitian menyebut bahwa kondisi lingkungan dalam ruang yang tidak nyaman (termasuk kelembapan tinggi) berkorelasi dengan skor akademik yang lebih rendah. PMC+1
-
Pedoman kawalan kelembapan dalam sekolah menyarankan rentang RH ideal antara 40-60% untuk mengoptimalkan kenyamanan dan kesehatan ruang belajar. condair.com+1
Dengan demikian, RH sekitar 70% menunjukkan bahwa ruang belajar dan penelitian mungkin berada di luar zona optimal kenyamanan, yang bisa berdampak pada:
-
Kelelahan dan kurang fokus pada mahasiswa dan peneliti.
-
Penurunan produktivitas dalam laboratorium atau observasi lapangan.
-
Kebutuhan ventilasi atau kondisi ruang khusus yang lebih tinggi.
-
Potensi naiknya risiko kesehatan ringan seperti keringat berlebih, pengap, atau kondisi mikrobiologis (jamur, kelembapan permukaan) jika ventilasi buruk.
Rekomendasi untuk Lembaga Pendidikan dan Peneliti
Untuk meminimalkan dampak negatif RH tinggi pada aktivitas akademik, berikut beberapa langkah yang bisa diambil:
-
Optimalkan Ventilasi dan Pengaturan Ruang
-
Pastikan ruang kelas, laboratorium, atau ruang penelitian memiliki ventilasi yang memadai atau sistem AC yang bisa mengatur kelembapan.
-
Bila memungkinkan, gunakan pengukur RH dan suhu untuk memantau kondisi real-time ruang.
-
-
Penjadwalan Kegiatan
-
Pertimbangkan untuk melakukan aktivitas yang memerlukan konsentrasi tinggi atau penelitian lapangan pada waktu pagi atau awal sore ketika dekapan kelembapan mungkin belum mencapai puncak.
-
Kurangi durasi kegiatan berat di kondisi sangat lembap atau sediakan waktu istirahat lebih sering.
-
-
Peningkatan Kesadaran dan Edukasi
-
Edukasi mahasiswa, dosen, dan staf tentang bagaimana kondisi kelembapan tinggi dapat mempengaruhi kenyamanan dan kinerja.
-
Buat panduan internal kampus untuk adaptasi terhadap kondisi RH tinggi: minum cukup air, ruang istirahat khusus, penghentian kegiatan luar ruangan jika perlu.
-
-
Perawatan Fasilitas
-
Pastikan sistem AC dan ventilasi rutin dipelihara agar tidak menjadi sumber kelembapan atau udara pengap.
-
Perhatikan potensi lembapan berlebih yang bisa menyebabkan pertumbuhan jamur atau mikroorganisme di ruang lembap — yang bisa berdampak kesehatan maupun kenyamanan.
-