Kenapa Kucing Selalu Jatuh Berdiri?
Kemampuan kucing yang tampak ajaib untuk selalu mendarat di atas kakinya adalah hasil dari kombinasi anatomi yang luar biasa dan refleks neurologi yang disebut Refleks Meluruskan Diri (Righting Reflex). Kucing mengembangkan refleks ini secara penuh sejak usia sekitar 6 hingga 7 minggu. Kunci refleksi ini adalah sistem vestibularnya (di telinga bagian dalam) yang bertindak sebagai giroskop internal, selalu memberi tahu kucing di mana posisi atas dan bawah, bahkan tanpa melihat.
Begitu kucing menyadari bahwa ia sedang jatuh, refleks ini langsung terpicu. Kucing memulai serangkaian gerakan berurutan dalam sepersekian detik. Pertama, kepala diputar untuk berorientasi pada tanah. Bagian yang paling cerdik adalah kelainan tulangnya: Kucing memiliki tulang belakang yang sangat fleksibel dan tidak memiliki tulang selangka yang kaku (klavikula), memungkinkannya memutar bagian depan tubuh secara independen dari bagian belakang.
Kucing kemudian memutar bagian atas tubuhnya untuk menyelesaikan 90 derajat pertama. Selanjutnya, ia menggunakan momentum sudut dengan merentangkan kaki depan dan menarik kaki belakangnya untuk memutar bagian bawah bodi. Ekor bertindak sebagai penyeimbang dan kemudi kecil selama proses ini. Ketika putaran selesai, semua kakinya berada di bawah. Kaki-kaki direntangkan saat terjadi kejang, dengan punggung melengkung, untuk menyerap energi benturan. Namun, penting untuk dicatat bahwa refleks ini memerlukan waktu dan jarak; jika jatuh dari ketinggian yang terlalu rendah atau terlalu tinggi (seperti "High-Rise Syndrome" pada gedung tinggi), kucing mungkin tidak memiliki waktu yang cukup untuk melengkapi putarannya atau benturan yang terjadi terlalu kuat.