Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Peningkatan SDM Unggul
Di tengah
persaingan global dan kemajuan teknologi yang pesat, sinergi antara perguruan
tinggi dan dunia usaha menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia (SDM)
unggul dan berdaya saing. Perguruan tinggi kini tidak lagi sekadar tempat
mentransfer ilmu, melainkan juga menjadi mitra strategis industri dalam
menghasilkan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan era digital.
Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui
program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mendorong mahasiswa untuk
belajar langsung di dunia kerja. Program magang bersertifikat, riset terapan,
hingga project-based learning menjadi jembatan antara teori akademik dan
praktik industri.
“Mahasiswa harus
memiliki pengalaman dunia nyata sebelum lulus. Inilah mengapa kolaborasi dengan
dunia usaha menjadi investasi penting untuk masa depan SDM Indonesia,” ujar Prof.
Nizam, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, saat konferensi Human
Capital Summit 2025 di Jakarta.
Banyak universitas
kini menggandeng perusahaan besar dalam pengembangan kurikulum berbasis
kebutuhan industri. Misalnya, kerja sama antara Universitas Indonesia dengan
Tokopedia dalam bidang data science, atau antara Politeknik Negeri Bandung
dengan PT Astra International dalam pengembangan vocational excellence.
Selain itu, dunia
usaha juga memperoleh manfaat dari kolaborasi ini — yakni akses terhadap riset
inovatif, calon tenaga kerja berkualitas, serta peluang pengembangan bisnis
berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).
Sinergi antara
perguruan tinggi dan dunia usaha menciptakan ekosistem pembelajaran yang
adaptif, kreatif, dan produktif. Kolaborasi ini menjadi pondasi penting dalam
membangun SDM unggul Indonesia: generasi yang tak hanya berpengetahuan luas,
tetapi juga siap berinovasi dan memimpin perubahan di era industri 5.0.