Konferensi Internasional Ilmu Pendidikan 2025: Sinergi Pendidikan untuk SDG 4 dan Transformasi Digital
Perkumpulan Ilmu Pendidikan Indonesia (PIP) sukses menyelenggarakan Konferensi Internasional PIP 2025 yang menghadirkan kolaborasi strategis antara pendidikan formal dan nonformal untuk mewujudkan SDG 4 (Quality Education) dan mendukung transformasi digital global.
Acara ini diikuti oleh akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, dan mahasiswa pascasarjana dari berbagai negara seperti Iran, Malaysia, dan China, serta perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, seperti UNESA, UNS, UNIB, Undiksha, UNM, Universitas Pakuan, Unismuh Makassar, dan lainnya.
Dengan fokus pada tema “Educational Innovation, Inclusivity, and Digital Transformation for Sustainable Development”, konferensi ini menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan formal (sekolah dan perguruan tinggi) dengan pendidikan nonformal (komunitas, masyarakat, dan lembaga kursus) dalam menjawab tantangan global era digital.
🔹 Poin-Poin Penting Konferensi
-
Integrasi Formal dan Nonformal: Para narasumber menekankan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya dibangun di ruang kelas, tetapi juga melalui komunitas belajar, pusat kegiatan masyarakat, dan model pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning).
-
Penguatan SDG 4: Seluruh peserta sepakat bahwa pendidikan harus bersifat inklusif, adil, dan mampu menjangkau kelompok marginal, sesuai komitmen SDG 4.
-
Transformasi Digital: Diskusi berfokus pada pemanfaatan teknologi digital, artificial intelligence (AI), platform pembelajaran terbuka (MOOCs), dan sistem informasi pendidikan untuk meningkatkan akses, kualitas, dan pemerataan pendidikan.
-
Peran PLS dan Doktor Ilmu Pendidikan: Delegasi dari Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) dan S3 Ilmu Pendidikan menyampaikan riset inovatif tentang pendidikan berbasis komunitas, digital pedagogy, model pembelajaran deep learning, dan penguatan literasi digital masyarakat.
🔹 Suara Delegasi
“Kolaborasi antara pendidikan formal dan nonformal adalah kunci dalam menyiapkan generasi adaptif, kreatif, dan berkarakter di era digital. Konferensi ini membuka peluang kerja sama riset, publikasi, hingga pertukaran mahasiswa,” ujar salah satu delegasi PLS UNESA.
🔹 Output dan Komitmen Konferensi
-
Penyusunan roadmap riset bersama antaruniversitas lintas negara.
-
Rencana joint publication di jurnal bereputasi internasional.
-
Penawaran program pertukaran mahasiswa, visiting scholar, dan kolaborasi pengembangan pusat studi SDG 4.
-
Komitmen membangun ekosistem pendidikan berkelanjutan berbasis nilai, budaya lokal, dan teknologi
Konferensi ini menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya peserta, tetapi juga kontributor penting dalam diskursus pendidikan global berbasis keberlanjutan dan teknologi.