Kontribusi Lembaga Pendidikan Luar Sekolah terhadap Penguatan Literasi dan Numerasi Masyarakat
Peningkatan literasi dan numerasi merupakan salah satu
indikator penting dalam kemajuan pembangunan manusia. Lembaga Pendidikan Luar
Sekolah (PLS) berperan strategis dalam menyediakan akses pendidikan bagi
masyarakat yang tidak terjangkau pendidikan formal, serta memperkuat kemampuan
dasar yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini membahas
kontribusi lembaga PLS dalam memperkuat literasi dan numerasi melalui berbagai
program, pendekatan kontekstual, dan keterlibatan komunitas.
Literasi dan numerasi merupakan fondasi penting bagi
pengembangan kualitas sumber daya manusia dalam era globalisasi. Kemampuan
membaca, menulis, berhitung, serta memahami informasi numerik menjadi bekal
utama individu dalam berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Namun, tingkat
literasi dan numerasi masyarakat Indonesia masih menunjukkan disparitas
antardaerah dan antarkelompok sosial.
Lembaga Pendidikan Luar Sekolah, seperti Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan Lembaga
Kursus dan Pelatihan (LKP), hadir untuk mengatasi kesenjangan tersebut melalui
berbagai program pendidikan nonformal yang fleksibel, inklusif, dan berbasis
kebutuhan masyarakat.
Kontribusi Lembaga PLS dalam Penguatan Literasi dan
Numerasi
1. Melaksanakan Program Keaksaraan Fungsional
Lembaga PLS menyediakan layanan keaksaraan dasar dan
lanjutan bagi masyarakat yang belum memiliki kemampuan baca-tulis-hitung.
Program ini tidak hanya mengajarkan kemampuan dasar, tetapi juga
mengintegrasikan keterampilan hidup yang relevan dengan pekerjaan dan kebutuhan
lokal.
2. Menyelenggarakan Program Pendidikan Kesetaraan
Program Paket A, B, dan C berperan dalam meningkatkan
kemampuan akademik peserta didik termasuk literasi dan numerasi. Melalui
kurikulum yang adaptif, peserta didik memperoleh pembelajaran yang memungkinkan
mereka meningkatkan keterampilan dasar guna melanjutkan pendidikan atau
memasuki dunia kerja.
3. Penguatan Literasi Digital dan Informasi
Di era digital, literasi tidak hanya terbatas pada
teks cetak. Lembaga PLS memberikan pelatihan penggunaan komputer, internet, dan
perangkat digital lain untuk membantu masyarakat memahami informasi berbasis
teknologi. Hal ini berdampak positif terhadap kemampuan literasi informasi dan
numerasi digital, seperti membaca data, grafik, atau statistik sederhana.
4. Pemberdayaan Masyarakat melalui Kelompok Belajar
Lembaga PLS memfasilitasi terbentuknya kelompok
belajar masyarakat, seperti taman baca, komunitas literasi, dan kelas
keterampilan. Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk terlibat aktif
dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi secara kolektif dalam
lingkungan yang lebih informal dan suportif.
5. Integrasi Pembelajaran Kontekstual
Pembelajaran di PLS sering disesuaikan dengan konteks
kehidupan sehari-hari masyarakat. Penguatan numerasi dilakukan melalui latihan
menghitung kebutuhan rumah tangga, pengelolaan keuangan sederhana, atau
kegiatan wirausaha. Sedangkan literasi dikembangkan melalui aktivitas membaca
informasi publik, memahami instruksi kerja, atau menulis laporan sederhana.
6. Pelibatan Dunia Usaha dan Industri
Kolaborasi lembaga PLS dengan dunia usaha memperkaya
pengalaman belajar masyarakat. Pelatihan vokasional dan kewirausahaan yang
diselenggarakan tidak hanya meningkatkan keterampilan kerja, tetapi juga
menuntut kemampuan literasi dan numerasi yang aplikatif.
Manfaat Penguatan Literasi dan Numerasi oleh Lembaga
PLS
- Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui
kemampuan memahami informasi, mengelola keuangan, dan membuat keputusan
yang tepat.
- Mendukung pencapaian pendidikan sepanjang hayat,
memungkinkan masyarakat terus belajar dan berkembang.
- Mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan
melalui kemampuan membaca data publik, memahami kebijakan, dan
berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
- Meningkatkan peluang kerja dan pendapatan,
terutama bagi peserta program pelatihan vokasional.
Tantangan yang Dihadapi Lembaga PLS
- Keterbatasan sarana dan prasarana, terutama
teknologi dan bahan ajar digital.
- Variasi kemampuan awal peserta yang menuntut
pendekatan pembelajaran yang sangat fleksibel.
- Kurangnya tenaga pendidik yang kompeten dalam
literasi dan numerasi dasar maupun digital.
- Rendahnya partisipasi masyarakat yang belum
menyadari pentingnya literasi dan numerasi dalam kehidupan sehari-hari.
Lembaga Pendidikan Luar Sekolah memiliki kontribusi
signifikan dalam memperkuat literasi dan numerasi masyarakat melalui program
keaksaraan, pendidikan kesetaraan, pelatihan digital, dan pemberdayaan
komunitas. Peran ini sangat penting dalam membangun masyarakat yang melek
informasi, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era modern. Untuk
memaksimalkan kontribusi tersebut, diperlukan dukungan pemerintah, dunia usaha,
dan masyarakat dalam menyediakan sumber daya, pendampingan, serta akses
pembelajaran yang lebih luas.