Kontribusi Program PKBM dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan
lembaga pendidikan nonformal berbasis komunitas yang berperan penting dalam
meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui layanan pendidikan, pelatihan,
dan pemberdayaan. Peran PKBM sangat relevan dengan agenda Pembangunan
Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada tujuan
pendidikan bermutu, pemberdayaan ekonomi, pengurangan ketimpangan, dan
penguatan komunitas. Artikel ini membahas kontribusi PKBM terhadap realisasi
SDGs melalui berbagai program pendidikan kesetaraan, keaksaraan, keterampilan
vokasional, serta pemberdayaan masyarakat.
Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tahun 2030
menekankan pentingnya pendidikan inklusif, ekonomi berkelanjutan, pengurangan
kemiskinan, dan penyediaan kesempatan belajar sepanjang hayat. Di Indonesia,
PKBM hadir sebagai salah satu ujung tombak pendidikan nonformal yang mampu
menjangkau masyarakat yang tidak terlayani oleh pendidikan formal, terutama
kelompok marginal dan rentan.
Kontribusi PKBM memiliki dampak luas tidak hanya pada
peningkatan pengetahuan peserta didik, tetapi juga pada penguatan kapasitas
komunitas untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemetaan
kontribusi PKBM terhadap SDGs menjadi penting untuk melihat sejauh mana PKBM
berperan dalam mewujudkan tujuan pembangunan global.
Kontribusi PKBM terhadap SDGs
1. Mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan
Inklusif
PKBM menjadi aktor penting dalam menyediakan akses
pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat melalui:
- Program Pendidikan Kesetaraan (Paket A, B, C)
untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan.
- Keaksaraan dasar dan keaksaraan fungsional bagi
masyarakat yang belum memiliki kemampuan literasi dasar.
- Pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning)
melalui kursus keterampilan dan pelatihan komunitas.
Kontribusi ini memperluas kesempatan bagi masyarakat
untuk memperoleh pendidikan bermutu di luar sistem formal.
2. Mendukung SDG 1 dan SDG 8: Pengentasan Kemiskinan
dan Pekerjaan Layak
Melalui pelatihan keterampilan vokasional, PKBM
meningkatkan kompetensi masyarakat dalam memasuki dunia kerja dan berwirausaha.
Program kursus seperti menjahit, kuliner, agribisnis, desain grafis, dan
teknologi digital membantu masyarakat meningkatkan pendapatan dan mengurangi
ketergantungan ekonomi.
PKBM juga memfasilitasi kelompok usaha bersama (KUBE)
dan koperasi berbasis komunitas sebagai upaya menciptakan lapangan kerja lokal.
3. Mendukung SDG 5: Kesetaraan Gender
PKBM memberikan kesempatan belajar yang sama bagi
perempuan dan laki-laki. Banyak perempuan di pedesaan atau komunitas marginal
memperoleh akses pendidikan melalui program PKBM, sehingga perannya dalam
keluarga dan masyarakat meningkat.
PKBM sering mengadakan kegiatan pemberdayaan perempuan
seperti pelatihan kewirausahaan, pengelolaan keuangan rumah tangga, dan
peningkatan keterampilan rumah tangga produktif.
4. Mendukung SDG 10: Pengurangan Kesenjangan
PKBM menjangkau masyarakat yang selama ini
terpinggirkan, seperti:
- kelompok ekonomi rendah,
- pekerja informal,
- pemuda putus sekolah,
- penyandang disabilitas,
- komunitas terpencil atau pedesaan.
Dengan menyediakan pendidikan inklusif, PKBM
berkontribusi signifikan mengurangi ketimpangan sosial dalam akses pendidikan
dan kesempatan ekonomi.
5. Mendukung SDG 11: Komunitas dan Desa Berkelanjutan
PKBM berperan dalam memperkuat kapasitas sosial
masyarakat melalui:
- kegiatan literasi lingkungan,
- pelatihan pengelolaan sampah,
- edukasi mitigasi bencana,
- pendampingan pembangunan desa.
PKBM menjadi pusat belajar yang menghidupkan ruang
publik, meningkatkan partisipasi warga dalam organisasi lokal, dan memperkuat
solidaritas sosial.
6. Mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi
Berkelanjutan
Program PKBM mendorong pelatihan keterampilan yang
berorientasi pada ekonomi hijau dan usaha ramah lingkungan, seperti:
- daur ulang sampah,
- kerajinan berbasis bahan bekas,
- pertanian organik,
- pengolahan pangan sehat.
Program ini membangun kesadaran masyarakat untuk hidup
lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Tantangan PKBM dalam Mendukung SDGs
Meskipun kontribusinya signifikan, PKBM masih
menghadapi beberapa kendala, antara lain:
- Keterbatasan anggaran operasional dan sarana
pembelajaran.
- Kualitas dan jumlah tutor yang belum merata.
- Rendahnya partisipasi masyarakat di beberapa
wilayah.
- Kurangnya integrasi program PKBM dengan
perencanaan pembangunan desa atau daerah.
- Minimnya akses terhadap teknologi digital di
daerah terpencil.
PKBM memiliki kontribusi besar dalam mendukung
pencapaian SDGs terutama dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi,
kesetaraan gender, pengurangan kesenjangan, dan pengembangan komunitas
berkelanjutan. Melalui program-program yang fleksibel, kontekstual, dan
berbasis kebutuhan masyarakat, PKBM menjadi agen transformasi sosial yang
mendorong terciptanya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Untuk memperkuat peran tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga masyarakat, dan komunitas lokal sehingga PKBM dapat terus berkembang sebagai motor penggerak perubahan di tingkat akar rumput.