Kreativitas Seni Budaya di Era Digital: Manfaat dan Tantangan
Teknologi
digital memberi peluang baru bagi pengajaran Seni Budaya: misalnya aplikasi
menggambar di tablet, video tutorial musik, atau kolaborasi foto/film singkat
antara siswa. Dengan gadget yang tepat dan pengawasan guru, kreativitas anak
dapat berkembang dengan cara yang menarik.
Namun demikian, tantangannya adalah menjaga agar gadget tidak menggantikan
aktivitas seni fisik seperti melukis dengan tangan, bermain alat musik secara
langsung, atau kolaborasi antarsiswa yang face-to-face. Aktivitas digital harus
menjadi pelengkap, bukan pengganti.
Seorang guru bisa memulai pembelajaran dengan: siswa membuat sketsa digital
terlebih dahulu, kemudian mencetaknya dan melanjutkannya menggunakan cat air
atau kertas besar—menggabungkan digital dan fisik. Hal ini memadukan keunggulan
teknologi dan pengalaman nyata.
Lebih jauh, pembelajaran harus memasukkan refleksi—apa bedanya menggambar di
tablet dengan di kertas? Bagaimana perasaan siswa saat menggunakan gadget vs
saat menggunakan alat seni tradisional? Diskusi ini membantu siswa memahami
teknologi sebagai alat, bukan tujuan utama.
Dengan penerapan yang tepat, gadget dan perangkat digital bisa memperkaya
pengajaran Seni Budaya, menambah minat siswa, dan memperluas jangkauan
kreativitas. Namun guru tetap harus menjaga keseimbangan agar nilai budaya,
sentuhan fisik, dan interaksi manusia tetap hidup.