Literasi Digital Bagi Masyarakat Dewasa: Tantangan dan Strategi Pembelajaran
Di era digital saat ini, kemampuan literasi digital menjadi kebutuhan dasar bagi setiap individu, tidak terkecuali masyarakat dewasa. Literasi digital tidak hanya sekadar kemampuan menggunakan gawai atau media sosial, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis dalam memilah informasi, memahami keamanan digital, serta memanfaatkan teknologi untuk produktivitas dan pembelajaran. Masyarakat dewasa memiliki peran penting dalam ekosistem digital, baik sebagai orang tua, pekerja, maupun warga negara yang aktif berpartisipasi dalam kehidupan sosial berbasis teknologi.
Tantangan
Literasi Digital bagi Masyarakat Dewasa
Namun,
upaya meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat dewasa tidaklah
mudah. Tantangan utama muncul dari kesenjangan teknologi (digital divide)
antara generasi muda dan dewasa. Banyak masyarakat dewasa, terutama di daerah
pedesaan, yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap perangkat dan
jaringan internet. Selain itu, faktor rendahnya kepercayaan diri dalam
menggunakan teknologi juga sering menjadi hambatan. Tidak sedikit yang merasa
“terlambat belajar” atau khawatir salah dalam menggunakan media digital.
Tantangan lainnya adalah minimnya pendampingan dan pelatihan yang
kontekstual, sehingga banyak program literasi digital belum mampu
menjangkau kebutuhan nyata masyarakat dewasa.
Strategi
Pembelajaran Literasi Digital
Untuk
mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang adaptif dan
kontekstual. Pertama, pendekatan berbasis pengalaman (experiential learning)
dapat diterapkan agar masyarakat belajar melalui praktik langsung menggunakan
teknologi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengakses layanan
publik online atau berkomunikasi melalui aplikasi digital. Kedua, pendidik
nonformal dan tutor PKBM perlu menggunakan metode pembelajaran yang
partisipatif dan ramah usia dewasa, misalnya diskusi kelompok, simulasi, dan
pendampingan personal. Ketiga, kolaborasi antara lembaga nonformal, pemerintah,
dan komunitas lokal menjadi kunci dalam memperluas akses serta menyediakan
fasilitas belajar digital yang inklusif. Dengan strategi tersebut, literasi
digital bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga menjadi sarana
pemberdayaan masyarakat dewasa dalam menghadapi tantangan zaman.
Penutup
Peningkatan
literasi digital masyarakat dewasa merupakan investasi penting dalam membangun
masyarakat cerdas dan tangguh di era informasi. Pendidikan luar sekolah
memiliki peran strategis dalam menjembatani kesenjangan digital melalui program
yang fleksibel, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan lokal. Dengan
dukungan berbagai pihak, literasi digital bukan lagi menjadi hambatan,
melainkan peluang untuk memperkuat kemandirian dan partisipasi aktif masyarakat
dalam kehidupan modern.