Literasi Membaca di PKBM: Tantangan dan Harapan
Literasi membaca
merupakan salah satu kemampuan dasar yang menjadi fondasi utama dalam proses
pembelajaran di setiap jenjang pendidikan, termasuk di Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat (PKBM). Sebagai lembaga pendidikan nonformal, PKBM memiliki peran
strategis dalam meningkatkan kemampuan literasi bagi masyarakat yang tidak
terjangkau oleh pendidikan formal. Namun, upaya untuk menumbuhkan budaya
membaca di PKBM seringkali menghadapi berbagai kendala, mulai dari rendahnya
minat baca warga belajar, keterbatasan bahan bacaan yang relevan, hingga
kurangnya fasilitas pendukung seperti perpustakaan atau ruang baca yang nyaman.
Kondisi ini menyebabkan proses pembelajaran belum berjalan optimal, khususnya
dalam hal penguatan kemampuan literasi dasar yang sangat penting untuk
menunjang keberhasilan belajar.
Tantangan lain yang
dihadapi PKBM dalam meningkatkan literasi membaca adalah faktor sosial dan
ekonomi warga belajar. Sebagian besar peserta didik PKBM berasal dari kalangan
masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu karena harus bekerja, sehingga
kegiatan membaca seringkali dianggap bukan prioritas. Di sisi lain, kemampuan
literasi digital yang masih rendah juga menjadi hambatan di era modern saat
ini, di mana sumber belajar banyak tersedia dalam bentuk digital. Para tutor
PKBM dituntut untuk lebih kreatif dalam mengembangkan metode pembelajaran yang
menarik dan relevan, misalnya dengan memanfaatkan media visual, cerita rakyat
lokal, atau bahan bacaan kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari
warga belajar. Pendekatan ini tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan
membaca, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya literasi.
Meski dihadapkan pada
berbagai tantangan, harapan untuk meningkatkan literasi membaca di PKBM tetap
besar. Dengan dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga swadaya
masyarakat, dan perguruan tinggi, program literasi di PKBM dapat dikembangkan
lebih sistematis dan berkelanjutan. Pengadaan bahan bacaan yang variatif,
pelatihan bagi tutor dalam strategi pengajaran literasi, serta kegiatan seperti
pojok baca, lomba menulis, atau klub literasi bisa menjadi langkah nyata dalam
membangun ekosistem membaca yang hidup di lingkungan PKBM. Literasi membaca
bukan hanya tentang kemampuan memahami teks, tetapi juga tentang membuka
peluang untuk berpikir kritis, meningkatkan kualitas hidup, dan membangun
masyarakat yang lebih berpengetahuan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi,
PKBM dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat pembelajar
sepanjang hayat.