Mengapa 'Upskilling' dan 'Reskilling' Menjadi Kunci Sukses Karier Masa Depan
Di era disrupsi teknologi dan
perubahan pasar kerja yang begitu cepat, konsep "karier seumur hidup"
yang hanya mengandalkan satu set keterampilan sudah usang. Kini, kunci untuk
tetap relevan dan sukses dalam dunia profesional adalah melalui upskilling
(peningkatan keterampilan) dan reskilling (pembelajaran ulang
keterampilan). Kedua konsep ini bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan.
Sebuah laporan terbaru dari World
Economic Forum (WEF) memperkirakan bahwa sekitar 50% dari semua karyawan akan
membutuhkan reskilling pada tahun 2025 akibat adopsi teknologi baru.
Angka ini menunjukkan betapa krusialnya kemampuan beradaptasi dan terus
belajar.
Apa
Itu Upskilling dan Reskilling?
- Upskilling adalah proses mempelajari
keterampilan baru yang relevan dengan pekerjaan atau bidang Anda saat ini.
Tujuannya adalah untuk memperdalam keahlian, meningkatkan produktivitas,
dan membuka peluang promosi. Contohnya, seorang pemasar yang belajar
analisis data untuk meningkatkan strategi kampanye digitalnya.
- Reskilling adalah proses mempelajari
keterampilan yang sepenuhnya baru untuk beralih ke peran atau bidang yang
berbeda. Ini seringkali diperlukan ketika pekerjaan seseorang
terotomatisasi atau ketika pasar membutuhkan keahlian baru yang
signifikan. Contohnya, seorang pekerja pabrik yang dilatih ulang menjadi
teknisi robotika.
Mengapa
Ini Penting Sekarang?
Ada
beberapa alasan mendesak mengapa upskilling dan reskilling
menjadi sangat vital:
- Otomatisasi
dan AI:
Kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi semakin mengambil alih tugas-tugas
rutin, mengubah tuntutan pada peran manusia. Pekerjaan yang membutuhkan
kreativitas, pemikiran kritis, pemecahan masalah kompleks, dan kecerdasan
emosional akan semakin dibutuhkan.
- Perubahan
Industri Cepat:
Industri berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Keterampilan yang relevan hari ini mungkin usang dalam beberapa tahun ke
depan. Kemampuan untuk terus belajar adalah satu-satunya cara untuk
mengimbangi.
- Peningkatan
Daya Saing:
Di pasar kerja yang kompetitif, individu yang proaktif dalam mengembangkan
keterampilan baru akan selalu menjadi kandidat yang lebih menarik bagi
perusahaan. Ini juga membuka pintu untuk peluang karier yang lebih baik
dan gaji yang lebih tinggi.
- Fleksibilitas
Karier:
Dengan memiliki beragam keterampilan, individu tidak hanya terpaku pada
satu jalur karier. Mereka memiliki fleksibilitas untuk beralih antar peran
atau bahkan industri, mengurangi risiko pengangguran akibat perubahan
ekonomi.
Perusahaan-perusahaan
besar seperti Amazon dan JPMorgan Chase telah menginvestasikan miliaran dolar
dalam program upskilling dan reskilling bagi karyawan mereka,
menyadari bahwa investasi pada talenta internal lebih efektif daripada selalu
mencari dari luar.
Bagi
individu, kini banyak platform online seperti Coursera, edX, LinkedIn Learning,
dan bootcamp yang menawarkan kursus dan sertifikasi untuk mempelajari
keterampilan baru. Mengambil inisiatif pribadi untuk terus belajar adalah
investasi terbaik untuk masa depan karier Anda. Di dunia yang terus berubah,
berhenti belajar berarti berhenti tumbuh.