Menyiapkan Tenaga Kerja 'Generasi Z': Apa yang Mereka Inginkan dari Perusahaan?
Generasi Z, yang lahir antara
pertengahan 1990-an dan awal 2010-an, kini secara masif mulai memasuki dunia
kerja. Sebagai generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya dengan internet, media
sosial, dan ponsel pintar, ekspektasi serta nilai-nilai mereka terhadap
pekerjaan dan lingkungan perusahaan sangat berbeda dari generasi sebelumnya.
Bagi perusahaan, memahami apa yang dicari oleh Gen Z adalah kunci untuk
menarik, merekrut, dan mempertahankan talenta muda ini.
Mengabaikan preferensi Generasi Z
berarti berisiko kehilangan potensi inovasi dan dinamisme yang bisa mereka
bawa. "Gen Z bukan sekadar karyawan; mereka adalah konsumen masa depan,
inovator potensial, dan agen perubahan. Perusahaan yang gagal beradaptasi
dengan mereka akan tertinggal," ujar Arya Pramono, seorang ahli strategi
talenta muda.
Lalu,
apa saja yang diinginkan oleh Generasi Z dari perusahaan?
- Fleksibilitas Kerja: Setelah
pandemi, Gen Z menuntut model kerja hybrid atau remote yang lebih
fleksibel. Mereka menghargai otonomi untuk mengatur waktu dan lokasi
kerja, percaya bahwa produktivitas tidak selalu terikat pada jam 9-5 di
kantor.
- Tujuan dan Makna (Purpose
& Impact): Lebih dari sekadar gaji, Gen Z mencari pekerjaan yang
memiliki tujuan dan dampak positif. Mereka ingin merasa bahwa pekerjaan
mereka berkontribusi pada sesuatu yang lebih besar, baik itu untuk
masyarakat, lingkungan, atau inovasi.
- Kesempatan Belajar dan
Pengembangan Berkelanjutan: Sebagai "digital natives", Gen Z
terbiasa dengan akses informasi dan pembelajaran instan. Mereka
mengharapkan perusahaan untuk menyediakan peluang upskilling dan
reskilling yang relevan dan berkelanjutan. Stagnasi adalah musuh mereka.
- Budaya Inklusif dan Beragam
(DEI): Gen Z adalah generasi paling beragam secara demografi dan
nilai-nilai. Mereka menuntut lingkungan kerja yang menghargai keberagaman,
kesetaraan, dan inklusi, di mana setiap individu merasa dihargai dan
memiliki suara.
- Umpan Balik Teratur dan
Transparan: Mereka tumbuh dengan interaksi instan di media sosial dan
mengharapkan hal yang sama di tempat kerja. Feedback yang konstruktif,
transparan, dan reguler jauh lebih dihargai daripada evaluasi tahunan
formal.
- Keseimbangan Kehidupan Kerja
yang Sehat: Mereka melihat bagaimana generasi sebelumnya berjuang dengan
burnout dan ingin menghindarinya. Kebijakan yang mendukung kesehatan
mental dan keseimbangan kehidupan kerja adalah nilai jual yang besar.
Perusahaan
yang ingin menarik dan mempertahankan talenta Gen Z harus bersedia
mendengarkan, beradaptasi, dan membangun lingkungan kerja yang tidak hanya
menawarkan gaji kompetitif, tetapi juga tujuan, fleksibilitas, pembelajaran,
dan inklusi.