Misteri Stonehenge: Bangunan Batu Kuno Inggris
Stonehenge, monumen prasejarah yang berdiri tegak di dataran Salisbury, Inggris, adalah salah satu situs arkeologi paling ikonik dan misterius di dunia. Struktur ini dibangun dalam beberapa fase selama rentang waktu yang sangat panjang, dimulai sekitar 5.000 tahun yang lalu (sekitar 3000 SM) oleh masyarakat Neolitik dan Perunggu. Monumen ini terdiri dari dua jenis batu: Sarsen (batu pasir besar lokal) dan Bluestone (batu vulkanik yang lebih kecil).
Misteri utama terletak pada logistik pembangunan. Batu Sarsen yang tertinggi tingginya mencapai 9 meter dan memiliki berat hingga 25 ton, namun yang lebih membingungkan adalah bluestone. Batu-batu ini terbukti secara geologis berasal dari bukit Preseli, di Wales, yang jaraknya lebih dari 200 kilometer dari situs Stonehenge. Tanpa roda atau alat berat modern, para arkeolog berpikir bahwa masyarakat mengangkut kuno batu-batu ini dengan susah payah menggunakan kombinasi seluncuran kayu, bantalan bola, dan mungkin rakit di sungai. Hal ini menunjukkan tingkat organisasi sosial dan teknik yang luar biasa.
Meskipun fungsi pastinya masih menjadi subjek yang bertemakan sengit, bukti paling kuat menunjukkan bahwa Stonehenge berfungsi sebagai kalender matahari dan observatorium kuno. Garis pandang di situs ini sejajar tepat dengan Matahari terbit pada titik balik matahari musim panas (Summer Solstice) dan Matahari terbenam pada titik balik matahari musim dingin (Winter Solstice). Selain itu, muncul menunjukkan situs ini juga memiliki peran sebagai kuburan. Diperkirakan Stonehenge adalah tempat ritual keagamaan besar yang menghubungkan masyarakat kuno dengan siklus alam semesta.