jalur pendidikan nonformal yang berfokus pada pembelajaran sepanjang hayat, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan keterampilan hidup peserta didik. Integrasi teknologi dalam pendidikan luar sekolah membuka berbagai peluang sekaligus menghadirkan tantangan yang perlu dihadapi untuk mewujudkan pembelajaran digital yang efektif dan inklusif. pls.fip.unesa.ac.id+1
1. Peluang Pemanfaatan Teknologi dalam PLS
a. Akses Belajar yang Lebih Luas dan Fleksibel
Salah satu keuntungan utama teknologi dalam pembelajaran adalah aksesibilitas. Dengan koneksi internet dan perangkat digital, sumber belajar dapat diakses kapan pun dan di mana pun oleh masyarakat luas. Ini membuka kesempatan bagi peserta didik yang berada di daerah terpencil atau memiliki jadwal sibuk untuk tetap mengikuti pembelajaran secara fleksibel. pls.fip.unesa.ac.id
b. Metode Pembelajaran yang Interaktif dan Inovatif
Teknologi memungkinkan pengembangan metode pengajaran yang lebih menarik dan interaktif—misalnya melalui video pembelajaran, simulasi digital, animasi edukatif, hingga game edukasi yang meningkatkan keterlibatan peserta didik. Media digital juga memiliki potensi untuk menyesuaikan materi dengan gaya belajar individu, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih personal dan efektif. Journal Universitas Pasundan
c. Pembelajaran yang Tidak Terbatas oleh Ruang dan Waktu
Pembelajaran digital memungkinkan kegiatan belajar berlangsung di luar ruang kelas tradisional. Platform daring seperti LMS (Learning Management System), aplikasi konferensi video, dan media sosial edukatif dapat digunakan untuk menyampaikan materi, berdiskusi, atau melakukan kegiatan kolaboratif antar peserta didik dari berbagai lokasi. pls.fip.unesa.ac.id
d. Peningkatan Kompetensi Digital
Pemanfaatan teknologi tidak hanya memberi akses pada materi pembelajaran, tetapi juga mendorong peserta didik dan fasilitator untuk mengembangkan literasi digital dan keterampilan abad ke‑21, seperti kemampuan berpikir kritis, kolaborasi digital, serta kreatifitas dalam penggunaan alat teknologi. pls.fip.unesa.ac.id
2. Tantangan dalam Implementasi Pembelajaran Digital
a. Kesenjangan Infrastruktur dan Akses Internet
Meski teknologi menawarkan banyak manfaat, tantangan besar masih terjadi pada ketersediaan infrastruktur seperti koneksi internet yang stabil dan perangkat digital yang memadai. Di banyak daerah, terutama wilayah terpencil atau miskin, akses internet masih menjadi kendala utama sehingga hambatan teknis ini dapat menghalangi pemanfaatan teknologi secara optimal. journal.minhajpustaka.id
b. Kesiapan Sumber Daya Manusia
Tidak semua tenaga pendidik, fasilitator, atau peserta didik memiliki keterampilan digital yang cukup untuk memanfaatkan teknologi secara efektif. Kurangnya pelatihan, penguasaan perangkat lunak pembelajaran, atau pengembangan konten digital dapat menjadi hambatan dalam implementasi pembelajaran digital di pendidikan luar sekolah. pessel.pesisirselatankab.go.id
c. Isu Kualitas dan Relevansi Konten Digital
Pemanfaatan media digital harus disertai dengan konten pembelajaran yang relevan, akurat, dan menarik. Tantangan muncul ketika banyak konten yang kurang sesuai dengan kebutuhan atau standar pendidikan, sehingga perlu adanya kerja sama antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan pengembang konten untuk menghasilkan sumber belajar berkualitas. pls.fip.unesa.ac.id
d. Ketimpangan Kualitas Pembelajaran
Tidak meratanya kemampuan mengakses dan mengelola teknologi berpotensi menciptakan ketimpangan dalam kualitas pembelajaran antar peserta didik. Mereka yang terpapar teknologi lebih awal atau memiliki perangkat terbaik akan memiliki keuntungan dibandingkan yang masih tertinggal dari segi akses dan literasi digital. journal.minhajpustaka.id
3. Strategi Mengoptimalkan Pembelajaran Digital
Untuk menghadapi peluang dan tantangan di atas, dibutuhkan strategi yang komprehensif, antara lain:
-
Penguatan infrastruktur digital di seluruh wilayah, termasuk peningkatan jaringan internet dan ketersediaan perangkat.
-
Pelatihan keterampilan digital bagi tenaga pendidik dan fasilitator agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran.
-
Kolaborasi multisektor antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan sektor swasta untuk menyediakan sumber belajar berkualitas dan dukungan teknis.
-
Pendekatan pembelajaran hybrid yang menggabungkan metode konvensional dan digital guna menjangkau semua kelompok peserta didik. pls.fip.unesa.ac.id
Kesimpulan
Pemanfaatan teknologi dalam Pendidikan Luar Sekolah menghadirkan banyak peluang berharga, seperti akses belajar yang lebih luas, metode pembelajaran inovatif, serta peningkatan kompetensi digital. Namun, di sisi lain teknologi juga membawa tantangan berupa kesenjangan akses, kesiapan sumber daya manusia, dan ketimpangan kualitas pembelajaran. Dengan strategi yang tepat dan kerja sama yang kuat antar berbagai pemangku kepentingan, teknologi dapat dijadikan sarana pembelajaran digital yang efektif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di abad ke‑21.