PENDIDIKAN BERBASIS KOMUNITAS SEBAGAI UPAYA PENGUATAN LITERASI MASYARAKAT
Pendidikan berbasis komunitas kini semakin diakui sebagai pendekatan efektif dalam meningkatkan literasi di masyarakat, terutama bagi kelompok yang tidak terjangkau oleh sistem pendidikan formal. Dengan prinsip “dari, oleh, dan untuk masyarakat,” pendidikan ini membangun semangat kolaborasi dan gotong royong melalui kegiatan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal.
Misalnya, di beberapa kampung literasi, perpustakaan komunitas dikelola bersama oleh warga sebagai ruang belajar informal bagi anak-anak maupun orang dewasa. Para relawan, yang sering kali merupakan pemuda setempat, mengajar membaca, menulis, serta memberikan pendampingan belajar tanpa sistem kurikulum baku. Pendidikan berbasis komunitas seperti ini tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi, tetapi juga membentuk karakter sosial melalui praktik solidaritas dan kepemimpinan warga.
Melalui pendekatan ini, pembelajaran tidak terbatas pada ruang kelas, tetapi merambah ke sawah, pasar, hingga balai desa. Hal tersebut sejalan dengan filosofi Pendidikan Luar Sekolah yang menekankan pembelajaran kontekstual dan partisipatif. Ketika masyarakat memiliki pengetahuan dan literasi yang baik, mereka lebih siap menghadapi tantangan sosial, ekonomi, maupun budaya yang terus berkembang.