Pendidikan Luar Sekolah Mengadakan Guest Lecture dengan Dosen Universiti Putra Malaysia
Surabaya, 1 Agustus 2025 — Prodi S1 dan S2 Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya ( PLS FIP UNESA) kembali memperkuat jejaring akademik internasional dengan menghadirkan Prof. Madya Dr. Nor Wahiza Abdul Wahat dari Universiti Putra Malaysia (UPM) sebagai guest lecturer dalam kuliah tamu yang mengusung tema “Nonformal Education in Inclusive Agro Project for Visually Impaired Community Members in Malaysia” dan berlangsung di Ruang Sidang Fakultas lantai 2 FIP UNESA, pukul 08.30–10.00 WIB.
Dalam pemaparannya, Prof. Wahiza menyampaikan pengalaman implementasi program pendidikan nonformal inklusif yang diinisiasi di Malaysia untuk komunitas disabilitas netra melalui pendekatan pertanian berkelanjutan. Proyek ini tidak hanya berdampak pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menjadi model pendidikan yang humanistik, kontekstual, dan berbasis komunitas. Para disabilitas netra di Malaysia, diberikan pelatihan menanam jamur, mulai dari menyemai hingga memanen. monitoring dan evaluasi yang dilakukan juga cukup komprehensif sehingga langkah ini menjadi bentuk pemberdayaan yang tepat sasaran.
Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa S1 dan S2 PLS UNESA, dosen, serta jajaran pimpinan fakultas. Dalam sambutannya, Koordinator Prodi S1 Pendidikan Nonformal menekankan pentingnya membuka wawasan global mahasiswa terhadap praktik baik di ranah pendidikan nonformal internasional, khususnya yang menyentuh isu inklusi sosial dan pemberdayaan berbasis keahlian.
Kuliah tamu ini merupakan bagian dari program Diktisaintek Berdampak yang didukung oleh Kemendikbudristek, serta menjadi bentuk konkret implementasi International Academic Collaboration antara UNESA dan UPM Malaysia.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi pengembangan model pendidikan nonformal berbasis inklusi dan kearifan lokal di Indonesia,” ujar salah satu dosen pengampu mata kuliah PLS.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama. Mahasiswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar strategi pelaksanaan, tantangan sosial, dan relevansi program tersebut dengan konteks pendidikan nonformal di Indonesia.