Pendidikan Nonformal sebagai Alternatif Belajar Masyarakat
Pendidikan nonformal
merupakan jalur pendidikan yang fleksibel, terbuka, dan berorientasi pada
kebutuhan masyarakat. Jalur ini menjadi solusi bagi individu yang terkendala
ekonomi, geografis, atau sosial sehingga tidak dapat mengikuti pendidikan
formal. Melalui program kesetaraan (Paket A, B, C), keaksaraan, kursus
keterampilan, PAUD nonformal, serta pelatihan pemberdayaan masyarakat, pendidikan
nonformal memberikan kesempatan belajar bagi semua kalangan untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan, dan sikap hidup mandiri.
Keunggulan pendidikan
nonformal terletak pada kemampuannya menyesuaikan kurikulum, waktu, dan metode
pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Tidak ada batasan usia atau latar
belakang pendidikan, sehingga setiap orang dapat terus belajar sepanjang hayat.
Selain membantu mengentaskan buta huruf dan menekan angka putus sekolah,
pendidikan nonformal juga meningkatkan keterampilan masyarakat agar lebih
adaptif terhadap perubahan sosial dan ekonomi.
Dalam hal ini, Pendidikan Luar Sekolah (PLS) memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga pendidik dan pengelola program yang memahami karakteristik peserta didik nonformal. Lulusan PLS berperan sebagai fasilitator, motivator, dan agen perubahan sosial yang mampu mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pendidikan nonformal tidak hanya menjadi alternatif, tetapi juga strategi penting dalam menciptakan masyarakat belajar yang berdaya, produktif, dan siap menghadapi tantangan zaman.