Penemuan Antibiotik: Mengubah Sejarah Kedokteran
Penemuan Antibiotik adalah salah satu momen paling penting dalam sejarah kedokteran, secara radikal mengubah cara kita mengatasi infeksi dan menyelamatkan ratusan juta nyawa sejak pertengahan abad ke-20. Cerita dimulai pada tahun 1928, ketika ahli bakteri Skotlandia Alexander Fleming kembali dari liburan dan menemukan jamur Penicillium notatum yang secara tidak sengaja mengontaminasi cawan petrinya yang berisi bakteri Staphylococcus.
Fleming mengamati bahwa di sekitar jamur tersebut, semua bakteri mati. Dia dengan cerdik menyimpulkan bahwa jamur tersebut memproduksi zat yang secara efektif membunuh bakteri, dan dia menamakan zat itu Penisilin. Meskipun Fleming adalah orang yang pertama kali mengidentifikasi potensinya, butuh waktu lebih dari satu dekade bagi ilmuwan lain, Howard Florey dan Ernst Chain, untuk mengembangkan cara memurnikan Penisilin dalam jumlah besar, menjadikannya obat yang efektif untuk melawan infeksi pada manusia selama Perang Dunia II.
Saat ini, antibiotik adalah obat standar untuk melawan infeksi bakteri. Namun, penemuan ini juga menimbulkan tantangan besar: Resistensi Antibiotik. Penggunaan antibiotik yang berlebihan telah mendorong bakteri untuk berevolusi dan menjadi kebal terhadap obat-obatan. Ini adalah krisis kesehatan global, yang berarti para ilmuwan harus terus-menerus mencari antibiotik baru sebelum kita kembali ke era di mana infeksi ringan pun bisa berakibat fatal.