Dalam pendidikan tinggi, khususnya pada program studi S1 Pendidikan Luar Sekolah, pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas dan berbasis teori semata. Salah satu komponen penting dalam kurikulum pendidikan tinggi adalah kegiatan pengabdian masyarakat, yang dirancang untuk menghubungkan teori akademik dengan praktik nyata di masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat kepada masyarakat, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.
1. Menerapkan Ilmu dalam Konteks Nyata
Pengabdian masyarakat memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah dalam situasi kehidupan nyata. Mahasiswa dapat bekerja langsung dengan masyarakat untuk menyelesaikan masalah atau memberikan layanan edukatif—misalnya pendampingan belajar anak-anak, penyuluhan literasi, atau pengembangan program pembelajaran nonformal di komunitas. Aktivitas seperti ini membantu mahasiswa memahami bagaimana konsep pendidikan luar sekolah diaplikasikan secara konkret dalam konteks masyarakat. IJSHS
2. Meningkatkan Keterampilan Profesional dan Sosial
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengasah soft skills penting seperti:
-
Komunikasi efektif saat bekerja dengan berbagai kelompok masyarakat,
-
Adaptasi budaya dan sosial, karena mahasiswa berinteraksi dengan latar belakang masyarakat yang beragam,
-
Kerja tim dan kolaborasi, saat merancang serta melaksanakan program bersama warga atau lembaga mitra.
Pengalaman ini membantu mahasiswa menjadi pendidik yang lebih tanggap terhadap kebutuhan peserta didik di luar sistem sekolah formal dan lebih siap menghadapi kompleksitas situasi pembelajaran. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
3. Menumbuhkan Kepedulian Sosial dan Etika Profesional
Kegiatan pengabdian merupakan bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan dalam pengabdian membuat mahasiswa merasakan langsung tantangan sosial dan kebutuhan pendidikan di komunitas. Mereka belajar untuk melihat permasalahan pendidikan dari perspektif masyarakat dan berusaha memberikan kontribusi nyata untuk membantu penyelesaiannya. Hal ini menumbuhkan kepedulian sosial, empati, dan etika profesional sebagai pendidik atau fasilitator pembelajaran luar sekolah. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
4. Memperkuat Hubungan Kampus dengan Masyarakat
Kegiatan pengabdian masyarakat juga memperkuat peran universitas sebagai lembaga yang aktif terlibat dalam pembangunan lokal dan sosial. Dengan keterlibatan mahasiswa di lapangan, hubungan antara kampus dan masyarakat menjadi lebih erat, sehingga program-program pendidikan dapat benar-benar relevan dengan kebutuhan lokal dan berdampak positif bagi peserta komunitas. Bentuk pengabdian yang kolaboratif ini sering kali melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, lembaga nonformal, hingga organisasi masyarakat setempat. IJSHS
5. Membentuk Kemandirian Belajar dan Profesionalisme Mahasiswa
Ketika mahasiswa terlibat langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat, mereka belajar untuk mengelola tanggung jawab secara mandiri. Proses ini mencakup kemampuan merancang program, memecahkan masalah di lapangan, berkomunikasi lintas kelompok, hingga mengevaluasi dampak intervensi pendidikan yang dilakukan. Pengalaman semacam ini sangat penting dalam membentuk profesionalisme calon tenaga pendidik atau praktisi pendidikan nonformal di masa depan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
6. Mendukung Pengembangan Kurikulum yang Kontekstual
Pengalaman mahasiswa dalam pengabdian masyarakat sering menjadi masukan berharga untuk pengembangan kurikulum akademik. Ketika mahasiswa dan dosen menghadapi realitas lapangan, temuan-temuan dan refleksi mereka dapat membantu perguruan tinggi menyesuaikan pembelajaran agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kurikulum pendidikan luar sekolah menjadi lebih kontekstual dan mampu menjawab tantangan pendidikan di berbagai komunitas. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Kesimpulan
Kegiatan pengabdian masyarakat memainkan peran penting dalam pembelajaran S1 Pendidikan Luar Sekolah. Melalui keterlibatan langsung di masyarakat, mahasiswa:
-
menerapkan ilmu dalam konteks nyata,
-
meningkatkan keterampilan profesional dan sosial,
-
menumbuhkan kepedulian dan etika profesional,
-
memperkuat hubungan kampus dengan masyarakat,
-
membentuk kemandirian belajar, dan
-
mendukung pengembangan kurikulum kontekstual.
Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya memberikan dampak positif bagi komunitas, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran praktis yang sangat berharga bagi mahasiswa PLS dalam mempersiapkan diri sebagai pendidik dan agen perubahan di masyarakat. Institut Teknologi Sepuluh Nopember