Peran Orang Tua Sebagai Penjaga Dunia Digital Anak
Penggunaan gadget dan media sosial oleh anak tidak
bisa sepenuhnya dilepas begitu saja kepada anak. Justru, orang tua memiliki
peran vital sebagai pengawas, pembimbing, dan penentu batasan. Penelitian di
Indonesia menunjukkan bahwa kontrol dan interaksi orang tua yang baik mampu
mengurangi risiko ketergantungan gadget pada anak.
Dalam konteks pengajaran kelas 1 SD, guru dapat mengajak orang tua untuk
membuat “kontrak penggunaan gadget” bersama anak: misalnya – gadget hanya untuk
edukasi, durasi maksimal 30 menit, setelah itu lakukan aktivitas lain seperti
menggambar atau bernyanyi.
Selanjutnya, orang tua perlu menjadi contoh nyata: ketika anak sedang belajar
seni atau bermain, orang tua juga menunjukkan bahwa mereka bisa “mati-tablet”
dan berinteraksi langsung. Kebiasaan ini membangun kultur di rumah bahwa
interaksi manusia tetap penting.
Sekolah dapat mengadakan workshop singkat bagi orang tua—tema: “Menyikapi
Gadget dan Media Sosial Anak Usia Sekolah”. Dengan demikian, guru dan orang tua
menjadi mitra sejalan untuk menjaga anak dari efek negatif digital.
Kesimpulannya, tanggung jawab tidak hanya pada anak, melainkan pada lingkungan
sekitar—sekolah dan rumah. Jika pengawasan dan bimbingan cukup maka gadget bisa
menjadi alat positif; jika tidak, maka bisa membawa masalah.