Perluas Cakrawala Pendidikan Global, Prodi PLS Hadirkan Praktisi dari Mesir dan Myanmar
Surabaya, 9 Oktober 2025 - Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat wawasan global mahasiswa dengan menghadirkan praktisi pendidikan internasional dari Mesir dan Myanmar dalam kegiatan kuliah tamu bertajuk “Global Insight on Nonformal and Lifelong Education”.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 9 Oktober 2025 ini diikuti oleh ratusan mahasiswa PLS baik dari jenjang S1. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperluas pemahaman mahasiswa mengenai dinamika pendidikan di tingkat global dan bagaimana prinsip lifelong learning diterapkan di berbagai negara berkembang.
Dalam sambutannya, pengampu matakuliah Sosiologi Antropologi PendidikanProgram Studi PLS UNESA menegaskan pentingnya menghadirkan perspektif lintas budaya untuk memperkaya orientasi akademik mahasiswa.
“Sebagai calon pendidik dan pengembang masyarakat, mahasiswa PLS perlu memahami konteks pendidikan nonformal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara lain yang memiliki tantangan sosial, ekonomi, dan budaya berbeda. Dari sinilah kita bisa belajar bagaimana pendidikan nonformal menjadi motor penggerak transformasi sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber asal Mesir, seorang guru yang aktif dalam pengembangan literasi komunitas, berbagi pengalaman mengenai sistem pendidikan di Mesir. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan budaya dalam menjaga keberlanjutan pendidikan sepanjang hayat.
Dari Myanmar, narasumber yang merupakan guru di Sekolah Indonesia Myanmar yang aktif dalam kegiatan pengembangan pembelajaran, mengaku sangat menyukai sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah tempat ia mengajar. Pengalaman itu menjadi pembeda antra sistem sekolah dari negara asalnya dan juga dari Indonesia
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari agenda Internasionalisasi Prodi PLS UNESA yang terus berupaya memperluas kolaborasi akademik di kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang joint research, student mobility, dan cultural exchange bagi mahasiswa serta memperkuat posisi UNESA dalam jejaring pendidikan global.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar langsung dari pengalaman nyata di lapangan global. Ini bukan hanya tentang teori pendidikan, tetapi tentang bagaimana nilai, budaya, dan kebijakan bisa berpadu dalam praktik pendidikan nonformal yang humanis dan berkelanjutan,” tambah dosen pendamping kegiatan.
Di akhir acara, para mahasiswa berkesempatan berdialog langsung dengan kedua praktisi internasional mengenai isu-isu aktual seperti kulturasi budaya dan juga penguatan pendidikan jalur non formal di masing-masing negara.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun generasi pendidik nonformal yang terbuka terhadap keberagaman, berpikiran global, namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal.