Plastik Biodegradable: Solusi atau Masalah Baru?
Plastik Biodegradable sering dipandang sebagai jawaban terhadap krisis polusi plastik. Intinya, plastik jenis ini dirancang untuk terurai secara alami oleh mikroorganisme (seperti bakteri) menjadi bahan yang lebih sederhana dan tidak beracun, seperti air, karbon dioksida, dan biomassa, dalam jangka waktu yang wajar.
Namun, istilah biodegradable dapat menyesatkan. Sebagian besar plastik ini hanya terurai dalam kondisi lingkungan yang sangat spesifik, yaitu di fasilitas kompos industri (industrial composting) dengan suhu tinggi dan kelembapan yang terkontrol. Jika plastik ini dibuang ke tempat pembuangan sampah biasa atau, lebih buruk lagi, ke laut, proses degradasinya bisa memakan waktu yang sangat lama—bahkan ratusan tahun—mirip dengan plastik tradisional.
Selain itu, jika mereka tidak terurai sepenuhnya, mereka tetap menghasilkan mikroplastik. Penting bagi konsumen untuk membedakan antara Plastik Biodegradable dan Bioplastik (plastik yang terbuat dari sumber terbarukan seperti pati jagung, tetapi mungkin tidak mudah terurai). Untuk benar-benar berkontribusi pada lingkungan, pengguna harus membuang plastik jenis ini di fasilitas kompos yang tepat, jika ada. Tanpa infrastruktur yang sesuai, plastik biodegradable tetap bisa menjadi masalah lingkungan yang signifikan.