PLS dan Peningkatan Employability Skills di Kalangan Mahasiswa
Di tengah tuntutan
dunia kerja yang semakin kompetitif, employability skills atau
keterampilan kerja menjadi faktor penentu keberhasilan lulusan perguruan tinggi
dalam memasuki pasar kerja. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) kini
memegang peran penting dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya berilmu,
tetapi juga memiliki kompetensi praktis, adaptif, dan siap bekerja di berbagai
sektor.
Pendidikan Luar
Sekolah — sebagai bagian dari pendidikan nonformal — menekankan pada
pembelajaran berbasis pengalaman, fleksibilitas, dan relevansi dengan kebutuhan
masyarakat. Pendekatan ini menjadikan PLS lebih dekat dengan realitas dunia
kerja yang menuntut kreativitas, komunikasi efektif, kepemimpinan, dan
kemampuan berpikir kritis.
Penguatan employability skills dalam konteks PLS mencakup tiga aspek
utama: keterampilan teknis (hard skills), keterampilan sosial (soft
skills), dan kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning).
“Mahasiswa PLS harus mampu memosisikan diri sebagai fasilitator, inovator,
sekaligus pembelajar yang berorientasi pada solusi,” ujarnya.
Berbagai universitas kini mulai menerapkan model pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan magang komunitas untuk meningkatkan keterampilan kerja mahasiswa. Misalnya, Universitas Negeri Surabaya melalui program Magang Pemberdayaan Masyarakat menempatkan mahasiswa PLS di PKBM, lembaga pelatihan, hingga perusahaan sosial. Di sana, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan manajemen program, komunikasi lintas budaya, serta pemecahan masalah riil di lapangan.
Peningkatan employability
skills juga diperkuat oleh tren digitalisasi pembelajaran. Mahasiswa PLS
kini didorong untuk menguasai literasi digital, desain pelatihan berbasis
teknologi, serta kemampuan menggunakan platform e-learning. Hal ini sejalan
dengan tuntutan era Revolusi Industri 5.0, di mana teknologi dan kemanusiaan
berpadu dalam sistem kerja yang kolaboratif.
Namun, tantangan
yang dihadapi tidak kecil. Sebagian mahasiswa masih berfokus pada aspek
akademik dan kurang mengeksplorasi potensi kewirausahaan sosial atau pelatihan
vokasional. Di sinilah pentingnya dukungan kampus dalam menyediakan ekosistem
pembelajaran yang kreatif dan berorientasi pada praktik.
PLS bukan sekadar
jurusan, tetapi sebuah paradigma pendidikan yang menumbuhkan kemandirian dan
kepekaan sosial. Dengan menanamkan employability skills sejak di bangku
kuliah, mahasiswa PLS tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan
lapangan kerja, memimpin perubahan sosial, dan berkontribusi nyata bagi
pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.