PLS SIAP PERKULIAHAN HYBRID: PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS DAN BERTAHAP (PTMTB)

Berbagai adaptasi telah dilakukan demi mengatasi masalah pendidikan yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Dalam kurun waktu lebih dari setahun, para pelajar di seluruh Indonesia menjalani pendidikan secara daring, tak terkecuali mahasiswa PLS UNESA. Sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan ini, UNESA mencanangkan suatu gagasan perkuliahan tatap muka (PTM) dengan metode hybrid. Kegiatan percobaan PTM pertama yang dilaksanakan jurusan PLS UNESA berlangsung pada hari Senin (20/09/2021), dengan memprioritaskan mahasiswa semester satu dan semester tiga. Meskipun kegiatan ini masih bersifat percobaan, mahasiswa yang mengikuti percobaan PTM tampak antusias dalam berpartisipasi.
Kegiatan PTMTB ini tidak serta merta berjalan tanpa adanya peraturan terkait protokol kesehatan. Agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar, mahasiswa yang diperkenankan mengikuti PTM hanya 25% dari total jumlah anggota tiap angkatan. Mahasiswa yang berpartisipasi juga diberikan beberapa persyaratan seperti: menyerahkan surat izin orang tua; melakukan tes swab antigen atau PCR sehari sebelum perkuliahan; sudah melaksanakan vaksin minimal dosis pertama; wajib menggunakan masker; dan membawa hand sanitizer. Sebelum memasuki ruangan kelas pun mahasiswa dipastikan untuk melakukan pengecekan suhu tubuh dan memakai hand sanitizer terlebih dahulu setelah mengisi presensi.
Dr. Wiwin Yulianingsih, M.Pd, selaku ketua jurusan PLS berharap bahwa kegitan PTMTB ini dapat berjalan dengan lancar dan kondusif sesuai prosedur yang telah ditetapkan dalam Surat Edaran Rektor, yakni tetap menerapkan prokes, serta disiplin dan tidak abai dengan kondisi diri serta lingkungan. Ibu Wiwin juga menambahkan, “Mahasiswa dan dosen dapat cepat beradaptasi dengan pembelajaran hybrid, namun kesehatan tetap menjadi yang utama. Kalau merasa kondisi tubuh tidak nyaman dan kurang sehat, jangan dipaksakan untuk datang ke kampus”. Meskipun secara bertahap perkuliahan luring mulai diberlakukan, kita tetap tidak boleh lengah bahwa pandemi masih belum reda. Menjaga kesehatan diri dan lingkungan sesuai protokol kesehatan adalah kunci menanggulangi dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19. (Cin/Ay)