Prodi PLS Unesa Hadiri Temu Kolegial IKAPENFI Di Yogyakarta

Rabu, 31 Juli 2024, Seluruh dosen Prodi Pendidikan Luar Sekolah, FIP, Unesa, menghadiri kegiatan temu kolegial IKAPENFI (Ikatan Akademisi Pendidikan Non Formal Indonesia) di Hotel UNY, Yogyakarta. Pertemuan tersebut dibuka langsung secara resmi oleh ketua IKAPENFI, Ibu Prof. Dr. Hj. Gunarti Dwi Lestari, M.Pd., M.Si. IKAPENFI sebagai organisasi profesi bagi para akademisi yang bergerak di bidang pendidikan nonformal dan informal di Indonesia menggelar Seminar Nasional dan Temu Kolegial bertemakan "Peran Strategis PNF dalam Pengembangan SUmber Daya Manusia Indonesia". Selain materi dari Ibu ketua IKAPENFI, Seminar Nasional tersebut juga menghadirkan para narasumber terpercaya, yaitu Yadi Hadian, SE., MSE., M.A., Ph.D, selaku analis dan keuangan pusat dan daerah Ahli Madya; Dr. Ir. Widarjanto, M.M, selaku Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa DTT (Kemendes PDTT).
Dalam pemaparan materinya, Bapak Yadi Hadian memberikan penjelasan mengenai program apa saja yang dapat diintegrasikan dengan pendidikan non formal, terkait dengan pendanaan BumDes yang dioptimalkan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat. sedangkan Bapak Widarjanto mengungkapkan bahwa prioritas penggunaan dana desa ditujukan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia warga desa, seperti dalam bentuk bantuan kepada pendidik PAUD dan PKBM, pengadaan, pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan sarpras PAUD (buku dan media ajar), perpustakaan desa/ Taman Baca Masyarakat (TBM), serta sarpras olahraga, adat, dan budaya.
BUMDES merupakan lembaga yang diharapkan dapat memperkuat ekonomi desa melalui pengelolaan usaha berbasis komunitas. Pendidikan nonformal dapat memainkan peran krusial dalam hal ini dengan menyediakan pelatihan dan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan keterampilan manajerial, teknis, dan kewirausahaan (ishaq).