Privasi dan Keamanan Anak di Dunia Digital
Ketika anak mulai menggunakan perangkat digital dan
terpapar media sosial, isu privasi dan keamanan menjadi sangat penting. Konten
yang diunggah, data yang dibagikan, hingga potensi cyberbullying harus menjadi
perhatian guru dan orang tua. Studi juga menunjukkan bahwa akun anak-anak dapat
menjadi target konten yang tidak pantas atau manipulatif.
Di kelas, materi Seni Budaya dapat menggabungkan sesi pembicaraan singkat
tentang “jejaring sosial aman” dan “apa yang boleh dan tidak boleh dibagikan”.
Misalnya, siswa membuat poster digital atau brosur kecil yang menjelaskan
aturan privasi online—menggabungkan seni dan edukasi digital.
Sekolah dan orang tua sebaiknya bersama-sama menetapkan pedoman: anak belum
memiliki akun media sosial sendiri, data pribadi seperti alamat rumah atau
sekolah jangan dibagikan, dan jika ada komentar negatif segera laporkan ke guru
atau orang tua.
Lebih lanjut, anak perlu diajarkan literasi digital—cara mengenali konten yang
mencurigakan, bagaimana merespon jika ada cyberbullying, serta pentingnya
menjaga rasa saling menghormati di ruang digital.
Dengan menanamkan budaya keamanan dan privasi sejak dini, anak tidak hanya
menjadi pengguna gadget, tetapi juga menjadi pengguna yang cerdas, waspada, dan
bertanggung jawab.