Program Literasi Digital Tingkatkan Kompetensi Pemuda di Era Teknologi
Menghadapi tantangan ekonomi digital yang terus
berkembang, sejumlah lembaga non-profit dan pemerintah daerah meluncurkan
program literasi digital bagi pemuda. Program mencakup pelatihan coding dasar,
pemasaran digital, serta penggunaan platform daring untuk berwirausaha atau
bekerja dari jarak jauh.
Di Kota Surabaya, misalnya, ratusan pemuda telah mengikuti pelatihan gratis
selama dua bulan dan berhasil membuat proyek kecil seperti toko online dan
aplikasi sederhana. Kisah peserta menunjukkan bahwa dengan keterampilan
digital, peluang mendapat pekerjaan atau membuka usaha sendiri meningkat
signifikan.
Parahnya, akses ke teknologi dan keterbatasan literasi digital masih menjadi
hambatan bagi sebagian besar pemuda di daerah pinggiran. Oleh karena itu,
program juga menyediakan akses perangkat dan koneksi internet sebagai bagian
dari paket pelatihan.
Para pengelola program menekankan pentingnya pendampingan pasca-pelatihan: agar
peserta mendapatkan bimbingan dalam menemukan proyek nyata, menjalin jaringan,
dan memonetisasi keterampilan yang dipelajari. Tanpa tahap lanjutan, pelatihan
bisa berhenti di teori saja.
Dampak jangka panjang dari program ini diharapkan bukan hanya peningkatan
keterampilan, tapi perubahan mindset: pemuda lebih siap menghadapi perubahan
teknologi, berorientasi solusi, dan tidak terbatas pada pekerjaan tradisional.
Secara keseluruhan, literasi digital menjadi salah satu kunci dalam peningkatan
kapasitas SDM Indonesia di era modern — menyiapkan generasi yang mampu bersaing
global dan mendukung ekonomi berbasis teknologi.