Program Pemberdayaan Berbasis Pelatihan Keterampilan Dongkrak Kemandirian Warga Desa
Program pemberdayaan berbasis Pendidikan Luar
Sekolah (PLS) terus menunjukkan dampak signifikan dalam meningkatkan
kemandirian warga desa. Berbagai kegiatan pelatihan, pembinaan, dan penguatan
kapasitas yang dilakukan melalui PKBM maupun lembaga nonformal lainnya terbukti
mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pendekatan yang fleksibel membuat
PLS menjadi pilihan ideal bagi warga yang sebelumnya tidak memiliki akses
pendidikan formal.
Di Desa Sukamaju, misalnya, program pelatihan
keterampilan yang digelar PKBM setempat berhasil menarik puluhan warga dari
berbagai kelompok usia. Para peserta mengikuti kelas menjahit, pengolahan
pangan, hingga pelatihan literasi digital yang dirancang sesuai kebutuhan
lokal. Menurut pengelola PKBM, minat warga meningkat karena materi pelatihan
langsung menjawab tantangan nyata yang mereka hadapi, terutama dalam
meningkatkan penghasilan.
Pelatihan yang diberikan tidak hanya berfokus
pada keterampilan teknis, tetapi juga pada penguatan kapasitas dasar seperti
manajemen usaha, komunikasi, dan pengelolaan keuangan sederhana. Pendekatan
holistik inilah yang membuat hasil pelatihan lebih berkelanjutan. Banyak warga
yang mengikuti program ini mengaku lebih percaya diri dalam mengambil
keputusan, baik terkait pekerjaan maupun usaha rumahan yang mereka rintis.
Dampak pemberdayaan berbasis PLS juga terlihat
dari tumbuhnya kelompok usaha bersama yang diprakarsai oleh peserta pelatihan.
Di desa tersebut, beberapa warga perempuan berhasil membentuk unit usaha kecil
yang bergerak di bidang kuliner dan kerajinan tangan. Produk yang awalnya
dibuat untuk kebutuhan pribadi kini mulai dipasarkan ke luar desa melalui media
sosial dan marketplace lokal.
Selain itu, program PLS turut memberi ruang bagi
pemuda desa untuk mengembangkan potensi diri. Pelatihan digital marketing dan
fotografi produk yang diikuti oleh para remaja mendorong mereka untuk terlibat
dalam pengelolaan usaha keluarga. Beberapa di antaranya bahkan menawarkan jasa
promosi digital kepada pelaku UMKM lokal, sehingga membuka peluang pekerjaan
baru tanpa harus meninggalkan desa.
Pemerintah desa pun memberikan dukungan dengan
memfasilitasi ruang kreatif dan modal awal bagi kelompok yang dinilai
berpotensi berkembang. Kolaborasi antara pemerintah, PKBM, dan masyarakat
menjadi kunci keberhasilan program pemberdayaan ini. Dengan adanya dukungan
lintas pihak, berbagai unit usaha baru tidak hanya bertahan, tetapi juga
berkembang secara konsisten.
Keberhasilan program pemberdayaan berbasis PLS di
Desa Sukamaju menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal memiliki peran strategis
dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan produktif. Pendekatan yang
berfokus pada kebutuhan nyata masyarakat terbukti mampu meningkatkan kualitas
hidup warga desa. Dengan semakin banyaknya desa yang mengadopsi model serupa,
diharapkan kemandirian ekonomi dan kualitas SDM di pedesaan semakin meningkat.