Program Studi S1 PLS FIP UNESA Hadirkan 41 Praktisi dari Berbagai Bidang dalam Program “Praktisi Mengajar”
Surabaya, 15 Oktober 2025 -- Sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan upaya memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan dunia kerja (link and match), Program Studi S1 Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) melaksanakan kegiatan Praktisi Mengajar yang menghadirkan praktisi dari berbagai bidang profesi untuk berbagi pengalaman dan keahlian kepada mahasiswa.
Hingga awal Oktober 2025, tercatat sudah ada 41 jadwal pembelajaran yang akan dilaksanakan bersama para praktisi. Kegiatan ini berlangsung sepanjang semester ganjil tahun akademik 2025/2026 dan melibatkan dosen pengampu dari berbagai mata kuliah di lingkungan PLS FIP UNESA.
Kolaborasi Akademisi dan Praktisi
Ketua Program Studi S1 PLS, Dr. Rivo Nugroho, M.Pd. menjelaskan bahwa kegiatan Praktisi Mengajar ini merupakan bagian dari kebijakan nasional Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta mendukung pelaksanaan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan konseptual dari dosen akademik, tetapi juga memahami praktik lapangan secara langsung dari para ahli di bidangnya. Ini penting untuk membekali mahasiswa PLS dengan kompetensi profesional yang relevan dan adaptif terhadap dinamika masyarakat,” ujar Dr. Rivo.
Praktisi dari Beragam Bidang
Para praktisi yang diundang berasal dari berbagai latar belakang, antara lain:
-
Praktisi pendidikan masyarakat dan pelatihan non-formal,
-
Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP),
-
Aktivis pemberdayaan masyarakat,
-
Pengelola komunitas kreatif dan wirausaha sosial,
-
Praktisi HRD dan pengembangan SDM,
-
Pengelola desa wisata dan kampung edukasi berbasis kearifan lokal,
-
Serta tokoh masyarakat yang berpengalaman dalam bidang sosial dan budaya.
Setiap praktisi akan berkolaborasi dengan dosen pengampu untuk mengintegrasikan teori dan praktik dalam pembelajaran. Beberapa kegiatan dikemas dalam bentuk kuliah inspiratif, praktik lapangan, lokakarya mini, hingga simulasi proyek pemberdayaan masyarakat.
Meningkatkan Relevansi dan Daya Saing Lulusan
Kegiatan ini menjadi salah satu strategi PLS UNESA dalam mewujudkan lulusan yang berdaya saing tinggi, adaptif, dan siap menjadi fasilitator pendidikan masyarakat yang profesional. Selain itu, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari roadmap Internasionalisasi dan Kemitraan FIP UNESA 2025–2029, dengan menumbuhkan jejaring antara kampus, dunia industri, dan komunitas sosial.
“Kami ingin mahasiswa PLS tidak hanya menjadi pengamat sosial, tetapi juga aktor perubahan di tengah masyarakat. Program Praktisi Mengajar ini menjadi wahana penting untuk membangun kompetensi tersebut,” tambah Dr. Rivo.
Antusiasme Mahasiswa dan Dosen
Antusiasme tinggi datang dari mahasiswa yang merasa kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam memahami realitas sosial di lapangan. Para dosen pun menyambut baik inisiatif ini karena memperkaya dinamika perkuliahan dan memperluas jaringan profesional bagi mahasiswa.
Dengan terlaksananya 41 sesi Praktisi Mengajar, Program Studi PLS FIP UNESA menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan kapasitas mahasiswa sebagai calon pendidik masyarakat yang unggul dan berintegritas.