Siapa Penemu Nol (0) dan Mengapa Itu Penting?
Konsep nol (0) adalah salah satu ide matematika yang paling sederhana sekaligus paling revolusioner. Tanpa nol, hampir semua matematika modern, sains, dan komputasi akan runtuh. Nol bukan hanya melambangkan "ketiadaan" atau perkumpulan kosong, tetapi yang paling penting, ia berfungsi sebagai penanda posisi (placeholder) dalam sistem penomoran. Misalnya, dalam angka 105, tidak ada yang membedakannya dari 15 atau 150.
Meskipun peradaban Babilonia dan Maya memiliki simbol untuk placeholder yang mirip dengan nol, mereka tidak memperlakatkannya sebagai angka yang dapat dioperasikan. Penemuan krusial nol sebagai angka mandiri yang dapat ditambahkan, dikurangi, dan dikalikan—seperti angka lainnya—berasal dari India. Khususnya, matematikawan India Brahmagupta pada abad ke-7 Masehi, dalam karyanya Brahmasphutasiddhanta, secara formal mendefinisikan nol dan menetapkan aturan aljabar untuk menggunakannya.
Inovasi dari India ini kemudian disebarkan ke dunia Barat melalui para cendekiawan di Timur Tengah, di mana sistem desimal Hindu-Arab (termasuk nol) diterima secara luas. Konsep tidak terlalu penting. Tanpa nol, kalkulus (cabang matematika yang krusial untuk fisika dan teknik) tidak mungkin ada. Saat ini, nol bahkan lebih mendasar: nol adalah salah satu dari dua digit (0 dan 1) yang membentuk kode biner di balik semua komputer, ponsel, dan teknologi digital modern yang kita gunakan.