Strategi Meningkatkan Kompetensi SDM Melalui Program Pelatihan Berbasis Komunitas
Dalam menghadapi
persaingan global yang semakin ketat, pengembangan sumber daya manusia (SDM)
tidak lagi dapat mengandalkan pendidikan formal semata. Program pelatihan
berbasis komunitas kini menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan
kompetensi masyarakat agar mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja dan
teknologi yang terus berkembang.
Pelatihan berbasis
komunitas menekankan pada prinsip learning by doing (belajar melalui
praktik langsung) dan partisipasi aktif masyarakat. Model ini terbukti efektif
karena disesuaikan dengan kebutuhan lokal — baik sektor ekonomi, sosial, maupun
budaya. Misalnya, pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM di PKBM Insan Cerdas
Indonesia membantu peserta memasarkan produk melalui media sosial dan platform
daring, sehingga meningkatkan pendapatan secara signifikan.
Pendidikan nonformal dan pelatihan berbasis komunitas menjadi pilar
penting dalam pembentukan SDM adaptif, kreatif, dan produktif. “Kunci
keberhasilan program pelatihan adalah keterlibatan langsung masyarakat sebagai
subjek, bukan objek pembangunan,” tulisnya dalam Jurnal Pendidikan Luar
Sekolah Indonesia.
Pemerintah melalui
Direktorat Kursus dan Pelatihan (DitKursus dan Pelatihan) juga mendorong
lembaga pendidikan nonformal untuk memperluas kerja sama dengan dunia industri.
Tujuannya agar pelatihan tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga
menciptakan wirausahawan baru di tingkat lokal.
Program pelatihan
berbasis komunitas terbukti bukan hanya membentuk keterampilan teknis, tetapi
juga menumbuhkan nilai kemandirian, solidaritas, dan kepercayaan diri. Dengan
demikian, pendekatan ini menjadi strategi nyata untuk menciptakan SDM unggul
dan berdaya saing — bukan dari menara gading kampus, melainkan dari jantung
komunitas yang hidup di tengah masyarakat.