Tantangan Mahasiswa dalam Perkuliahan Daring: Antara Fleksibilitas dan Distraksi Digital
Perkuliahan
daring menjadi bagian penting dari dunia akademik sejak pandemi, dan hingga
kini masih digunakan sebagai metode pembelajaran di banyak perguruan tinggi.
Meski menawarkan fleksibilitas waktu dan tempat, sistem ini tidak lepas dari
tantangan yang kompleks bagi mahasiswa. Salah satu hambatan terbesar adalah
kesulitan mempertahankan fokus di tengah distraksi digital yang melimpah.
Notifikasi media sosial, game, hingga kegiatan rumah sering kali mengganggu
proses belajar.
Selain
distraksi, keterbatasan akses teknologi juga menjadi masalah serius. Tidak
semua mahasiswa memiliki perangkat memadai atau koneksi internet yang stabil.
Kondisi ini membuat mereka kesulitan mengikuti materi secara real-time,
sehingga tertinggal dalam memahami perkuliahan. Ketidakmerataan fasilitas
digital menciptakan kesenjangan akademik antara mahasiswa yang mampu dan yang
tidak.
Interaksi
dalam kelas daring juga cenderung lebih terbatas. Banyak mahasiswa merasa
canggung menyalakan kamera atau berbicara di ruang virtual. Akibatnya, sesi
diskusi menjadi kurang hidup, dan mahasiswa kehilangan kesempatan mengembangkan
kemampuan komunikasi serta berpikir kritis. Minimnya kontak sosial bahkan dapat
menimbulkan rasa kesepian dan berkurangnya motivasi belajar.
Tantangan
lainnya adalah beban tugas yang sering kali meningkat. Sebagian dosen mengganti
interaksi tatap muka dengan tugas-tugas panjang, yang justru menambah tekanan
akademik. Mahasiswa harus mengatur waktu lebih ketat agar tidak kewalahan.
Tanpa manajemen waktu yang baik, perkuliahan daring dapat menjadi sumber stres
berkepanjangan.
Meski
demikian, pembelajaran daring tetap memberikan peluang besar untuk inovasi
dalam dunia pendidikan. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, mahasiswa
dapat mengakses sumber belajar global, mengikuti pelatihan online, dan
membangun keterampilan digital yang relevan untuk dunia kerja. Kuncinya adalah
kemampuan mengelola distraksi, membangun disiplin diri, dan memaksimalkan
fasilitas yang tersedia.