Teknologi LiDAR: Bagaimana Mobil Otonom "Melihat" Dunia?
Mobil otonom (tanpa pengemudi) dapat bergerak dengan aman karena mereka tidak hanya mengandalkan kamera visual, tetapi juga teknologi penginderaan yang canggih, salah satunya adalah LiDAR (Light Detection and Ranging). LiDAR adalah metode penginderaan jauh yang menggunakan pulsa sinar laser untuk mengukur jarak dan membuat model tiga dimensi (3D) yang sangat akurat dari lingkungan sekitarnya.
Cara kerja LiDAR mirip dengan bagaimana kelelawar menggunakan ekolokasi, tetapi menggunakan cahaya, bukan suara. Perangkat LiDAR memancarkan jutaan pulsa sinar laser per detik. Ketika sinar ini mengenai objek (pejalan kaki, mobil lain, pohon, bangunan), sinar tersebut memantul kembali ke sensor penerima. Dengan mengukur waktu yang dibutuhkan sinar untuk kembali, sistem dapat menghitung jarak objek dengan sangat presisi.
Data yang dikumpulkan dari pantulan ini membentuk apa yang disebut sebagai Titik Awan (Point Cloud)—kumpulan titik data yang padat di ruang 3D. Perangkat lunak mobil otonom kemudian menggunakan titik awan ini untuk menciptakan pemetaan 3D real-time yang detail. Pemetaan ini memungkinkan mobil untuk mengenali dan mengklasifikasikan objek, mengukur kecepatan dan pergerakannya, serta menavigasi tanpa bergantung pada kondisi cahaya seperti kamera biasa.