Tingkatkan Kerja Sama Internasional, Prodi PLS Hadirkan Praktisi dari Perancis
Dalam upaya memperluas jejaring internasional dan memperkuat perspektif global mahasiswa, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menghadirkan praktisi pendidikan asal Perancis dalam kegiatan kuliah tamu bertema “Innovation and Lifelong Learning: French Perspectives on Nonformal Education”.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa S1 dan S2 PLS serta para dosen dan pemerhati pendidikan masyarakat. Kehadiran praktisi dari Perancis menjadi bagian dari strategi Prodi PLS dalam mewujudkan visi internasionalisasi program studi yang berfokus pada penguatan pendidikan nonformal dan pemberdayaan masyarakat berbasis global.
Dalam sambutannya, Ketua Prodi PLS UNESA menegaskan bahwa kerja sama internasional bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan bagian dari transformasi akademik untuk mencetak lulusan yang adaptif dan kompetitif di tingkat global.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konteks lokal pendidikan nonformal, tetapi juga mendapatkan inspirasi dari praktik internasional yang inovatif. Pendidikan nonformal di Eropa, khususnya di Perancis, memiliki banyak pelajaran yang relevan dengan konteks masyarakat Indonesia,” ungkap Kaprodi.
Narasumber asal Perancis yang merupakan praktisi pendidikan masyarakat dan konsultan kebijakan vokasi memaparkan pengalaman negaranya dalam mengembangkan sistem lifelong learning yang terintegrasi antara pendidikan formal, nonformal, dan dunia kerja. Ia menyoroti pentingnya peran lembaga komunitas dalam mendukung masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan di era transformasi digital.
“In France, nonformal education is the backbone of lifelong learning. It allows people to grow, reskill, and stay active in society regardless of age or background,” tuturnya.
Selain sesi kuliah umum, kegiatan ini juga mencakup diskusi panel mengenai potensi kerja sama akademik antara UNESA dan lembaga pendidikan di Perancis, seperti student exchange, collaborative research, dan joint seminar di bidang pendidikan masyarakat dan pemberdayaan komunitas.
Dosen pendamping kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi roadmap internasionalisasi PLS UNESA.
“Kami terus membangun jejaring global agar mahasiswa dan dosen memiliki akses terhadap praktik dan penelitian pendidikan nonformal di tingkat dunia. Kehadiran praktisi dari Perancis menjadi langkah awal memperkuat kerja sama dengan Eropa,” ujarnya.
Acara ditutup dengan sesi interaktif, di mana mahasiswa bertanya tentang sistem pelatihan masyarakat di Perancis, model sertifikasi kompetensi berbasis komunitas, serta kebijakan dukungan pemerintah terhadap lembaga nonformal.
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan internasional mahasiswa, tetapi juga membuka peluang kolaborasi jangka panjang antara UNESA dan lembaga pendidikan luar negeri dalam upaya mewujudkan SDG 4: Quality Education dan visi UNESA menuju kampus berkelas dunia (World Class University).