Tips Jitu Memilih Judul Skripsi yang Cepat Di-ACC Dosen Pembimbing
Bagi mahasiswa tingkat akhir, proses pengajuan
judul skripsi seringkali menjadi gerbang pertama yang penuh kecemasan. Tidak
jarang, mahasiswa harus bolak-balik menemui dosen pembimbing (dosbing) hanya
untuk mendapati judul yang mereka ajukan ditolak mentah-mentah. Fenomena
"revisi judul" berulang kali ini tidak hanya membuang waktu, tetapi
juga menguras energi dan motivasi sebelum perang sesungguhnya, yakni proses
penelitian, dimulai. Mendapatkan persetujuan atau "ACC" dengan cepat
bukanlah soal keberuntungan, melainkan soal strategi dalam memilih dan
menyajikan topik penelitian.
Langkah jitu pertama dan paling
fundamental adalah "memahami dosen pembimbing Anda". Sebelum
mengajukan judul, mahasiswa wajib melakukan riset kecil terhadap payung
penelitian atau bidang keahlian dosen tersebut. Cermati publikasi ilmiah,
jurnal, atau penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh dosen Anda melalui
Google Scholar atau SINTA. Dosen akan jauh lebih antusias dan cepat memberikan
persetujuan jika judul yang Anda ajukan selaras dengan bidang yang mereka
kuasai dan minati. Mengajukan judul yang terlalu jauh dari keahlian dosen
adalah resep cepat untuk ditolak, karena mereka akan merasa kesulitan untuk
membimbing Anda secara mendalam.
Kedua, judul yang baik harus
menunjukkan adanya kebaruan (novelty) dan research gap
(kesenjangan penelitian). Skripsi bukanlah sekadar pengulangan penelitian
yang sudah ada. Mahasiswa harus bisa menunjukkan bahwa topik mereka memiliki
nilai lebih, entah itu menggunakan metode yang berbeda, meneliti di lokasi baru
yang unik, atau menjawab pertanyaan yang belum terjawab oleh penelitian
sebelumnya. Untuk menemukan gap ini, lakukan studi literatur awal.
Tunjukkan kepada dosen bahwa Anda telah membaca 5-10 jurnal relevan dan
menemukan celah yang bisa diisi oleh penelitian Anda. Ini menunjukkan kesiapan
dan keseriusan Anda.
Ketiga, pastikan judul Anda realistis
dan berbasis masalah. Banyak judul ditolak karena terlalu ambisius, terlalu
luas, atau datanya sulit dijangkau. Judul yang baik harus spesifik dan fokus
pada masalah nyata di lapangan. Akan lebih baik jika topik Anda berangkat
dari fenomena atau masalah yang Anda temukan saat magang atau observasi
(misalnya, masalah motivasi belajar di PKBM, atau efektivitas pelatihan di
sebuah lembaga). Judul yang berbasis masalah akan membuat Latar Belakang Anda
kuat dan menunjukkan urgensi penelitian Anda. Dosen pembimbing akan lebih
tertarik pada penelitian yang relevan dan dapat dilaksanakan (feasible)
dalam batasan waktu yang ada.
Terakhir, perhatikan formulasi
kalimat judul itu sendiri. Judul harus jelas, ringkas, dan informatif.
Hindari bahasa yang terlalu puitis atau ambigu. Judul yang baik biasanya sudah
mencerminkan variabel-variabel yang akan diteliti (Variabel X dan Y), metode
yang mungkin digunakan, dan subjek atau lokasi penelitian. Datanglah ke dosen
pembimbing tidak hanya dengan satu judul, tetapi siapkan 2-3 alternatif. Ini
menunjukkan bahwa Anda telah berpikir kritis dan siap berdiskusi. Dengan
strategi yang matang—selaras dengan dosen, mengisi research gap, dan
berbasis masalah—peluang judul skripsi Anda untuk cepat di-ACC akan jauh lebih
besar.