Tips Membaca Jurnal Ilmiah Agar Tidak Mengantuk
Bagi banyak mahasiswa, membaca jurnal ilmiah sering
jadi tantangan besar. Kalimatnya panjang, bahasanya formal, dan butuh
konsentrasi ekstra supaya benar-benar paham isinya. Nggak jarang baru baca satu
halaman sudah mulai menguap. Nah, ada beberapa tips membaca jurnal ilmiah yang
bisa bantu kamu tetap fokus dan nggak mudah ngantuk.
Pertama, jangan langsung baca dari awal sampai akhir.
Cara seperti itu biasanya bikin otak cepat lelah. Mulailah dari bagian abstrak,
lalu cek kesimpulan, baru balik lagi ke metode dan pembahasan. Dengan urutan
seperti ini, kamu bisa tahu inti jurnalnya dulu, jadi saat membaca bagian
lainnya kamu sudah punya gambaran.
Kedua, atur waktu membaca jadi sesi pendek. Banyak
orang merasa lebih fokus kalau membaca 15–20 menit lalu istirahat sebentar.
Pola ini membantu otak tetap segar dan menghindari rasa kantuk. Kamu bisa pakai
timer atau metode seperti Pomodoro supaya ritme belajarnya stabil
Ketiga, siapkan highlight atau sticky notes. Dengan
memberi tanda pada bagian penting, otakmu ikut “bekerja” dan tidak hanya pasif
membaca baris demi baris. Aktivitas kecil seperti ini bisa membantu
meningkatkan fokus membaca dan bikin prosesnya lebih interaktif.
Selain itu, pilih waktu yang tepat. Membaca jurnal
saat kamu sudah lelah pastinya bikin cepat mengantuk. Coba baca pagi atau
setelah istirahat sejenak. Pastikan juga lingkunganmu mendukung: meja rapi,
cahaya cukup, dan jauhkan diri dari distraksi seperti ponsel atau media sosial.
Suasana nyaman benar-benar berpengaruh pada daya tangkapmu.
Tips berikutnya adalah memahami struktur jurnal.
Biasanya jurnal terdiri dari pendahuluan, metode, hasil, dan pembahasan. Kalau
kamu sudah paham pola ini, membaca jurnal apa pun akan terasa lebih cepat dan
mudah. Kamu bisa fokus pada bagian yang dibutuhkan saja, terutama kalau sedang
mengerjakan tugas atau skripsi.
Terakhir, jangan lupa sediakan minuman atau camilan
ringan. Hal sederhana seperti minum kopi atau teh bisa membantu tubuh tetap
segar. Tapi ingat, jangan kebanyakan sampai malah gemetar atau sulit fokus.
Dengan beberapa langkah ini, membaca jurnal ilmiah nggak lagi terasa membosankan. Justru bisa jadi kegiatan yang lebih ringan dan teratur. Kuncinya ada pada teknik membaca, suasana belajar, dan kebiasaan yang kamu bangun sendiri.